Tim pasar murah bergerak yang menyambangi warga Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. Tampak warga antusias dalam membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaksanakan kegiatan pasar murah bergerak untuk memberi perhatian terhadap kebutuhan bahan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

“Kita menggelar pasar murah untuk meringankan beban masyarakat kalangan menengah ke bawah ditengah pandemi covid 19 dalam saat menyambut bulan puasa, dengan memberikan harga subsidi lima komoditi yakni beras, telur, terigu, minyak goreng, dan gula,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, Zainudin Hak, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, cara seperti ini dilakukan guna mencegah penyebaran Virus Covid 19 di masyarakat. Dimana pemerintah saat ini lagi gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak berkumpul terlalu banyak.

“Waktu yang kami berikan hanya sekitar 15-20 menit. Ini dilakukan agar masyarakat tidak berkumpul secara massa. Karena pasar murah sekarang tidak seperti lalu,” jelasnya.

Dari pantauan Metrosulawesi di lokasi kegiatan pasar murah bergerak di Kompleks pekuburan Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. Tampak warga sedikit berdesakan untuk membeli kebutuhan pokok.

Meski begitu, tim pasar murah bergerak sudah berupaya melayani masyarakat. Sedangkan, Disperindag Sulteng membagi dalam dua tim pelaksanaan kegiatan tersebut yang digelar selama dua hari Senin dan Selasa.

Erni Setiowati, salah satu warga yang tinggal di Lorong Bakso menuturkan sangat senang adanya pasar murah bergerak. Menurutnya, harga yang ditawarkan bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Sekarang harga di pasar melonjak tajam sejak adanya wabah virus Corona. Jadi, mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dari gula pasir, minyak goreng, hingga telur,” tuturnya.

Dirinya mengaku sangat khawatir dengan ancaman pandemi Covid 19. Apalagi, warga berkumpul secara massa. Namun meski begitu, ia bersama warga lainnya tetap mendengar himbauan pemerintah terkait dengan sosial distancing.

“Jaga jarak aman saja, makanya pakai masker dan selalu cuci tangan. Kita kan hanya datang membeli kebutuhan pokok untuk puasa, bukan datang berkumpul,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Rajawali Nusindo atau salah satu distributor pasar murah bergerak, Mirwan Ibrahim. L menjelaskan pihaknya menyediakan dua paket yang terdiri dari harga Rp30 sampai Rp50 ribu/ paket.

“Kami siapkan minyak goreng isi 1 dan 2 liter. Dalam satu paket pasti ada ketambahan dengan margarin (mentega),” jelasnya.

Sedangkan, dalam kegiatan itu untuk gula pasir ukuran 2 kilogram sekitar Rp25 ribu dan telur kurang lebih diharga Rp44 ribu/ rak. Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola saat melepas Operasi Pasar Murah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi OPD terkait, perwakilan BI Sulawesi Tengah, Kanwil Bulog, PT. PPI, Distributor, pelaku usaha dan mitra kerja dalam menyukseskan pasar murah mobile yang bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang bulan suci ramadhan dan di tengah situasi pandemi covid-19 yang mengharuskan masyarakat lebih banyak tinggal di rumah, dan menghindari keramaian di luar rumah supaya tidak tertular virus corona (covid-19).

“Pasar murah yang rutin dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan telah menjadi program tetap dinas terkait untuk memfasilitasi penjualan bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula pasir, terigu, mentega, minyak goreng, ikan kaleng, ikan bandeng, telur ayam dan lain sebagainya dengan harga murah dan terjangkau,” kata Longki Djanggola.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas