Home Sulteng

Rp16 Miliar Siap Digunakan

285
Moh. Asrul Bantilan. (Foto: Istimewa)
  • Penanganan Covid-19 di Tolitoli

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemda) Tolitoli,kini menyiapkan anggaran tahap pertama, guna mempercepat  penanganan  covid-19.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tolitoli, Asrul Bantilan, S.Sos, mengatakan dari hasil rasionalisasi di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penggunaan anggaran tak terduga yang disiapkan untuk percepatan penanganan virus corona atau covid-19 di angka Rp16 miliar.

“Untuk tahap pertama, dana tak terduga yang sudah ready (siap) di kas Daerah sebesar Rp16 miliar, yang akan diperuntukkan penanganan covid-19. Anggaran ini dari rasionalisasi yang dilakukan oleh semua OPD,” kata Asrul Bantilan kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, anggaran tak terduga sebesar Rp16 miliar tahap pertama tersebut bersumber dari APBD Tahun 2020.

Jika dianggap masih belum mencukupi, maka akan dilakukan penambahan anggaran, yang disesuaikan dengan rencana kerja Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tolitoli.

Ketersedian anggaran tersebut juga sudah dilaporkan kepada Bupati Tolitoli,Bahkan  jika dana  tersebut belum juga mencukupi untuk penanaganan virus corona, bupati menyarankan untuk melakukan rasionalisasi kembali APBD di setiap OPD sampai 50 persen.

“Saya sudah laporkan kepada Bupati dana  tak terduga yang tersedia baru Rp16 miliar namun  menurut Bupati dana tersebut dianggap belum cukup, dan sarannya untuk dilakukan rasionalisasi kembali, karena penularan virus corona belum bisa diketahui kapan akan berakhir,” ungkapnya.

Dikatakan , anggaran yang tersedia saat ini nantinya akan dikelola oleh Gugus Tugas Covid-19 yang telah di SK-kan oleh Bupati Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Tolitoli.

“Dinas Keuangan  hanya menyiapkan anggarannya adapun yang menggunakannya adalah Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tolitoli,lewat BPBD sebagai leading sectornya. Asrul Bantilan berharap agar BPBD mampu melakukan penggunaan dan manajemen yang baik dengan perencanaan yang komprehenship sehingga anggaran tersebut tepat sasaran,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyusunan rencana program dan kegiatan dengan dukungan anggaran disusun oleh Tim Percepatan Penanangganan Corona COVID-19, didampingi oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Sementara untuk proses pencairan anggaran, pihak BPBD baru mengajukan proposal permintaan  anggaran baru sebesar Rp5 miliar.

“Pihak BPBD juga baru mengajukan proposal anggaran sebesar Rp5 miliar, pada Rabu (15/4/2020) kemarin,” ungkapnya.

Ditambahkan meski KPU telah mengembalikan puluhan miliyar dana Pilkada ke kas negara, namun Asrul tidak berani mengambil risiko untuk memakai dana tersebut untuk kepentingan percepatan penanganan covid 19.

“Saya tidak mau ambil risiko untuk menarik dan memakai dana hibah puluhan miliaran rupiah yang sudah dikembalikan oleh KPU ke kas Negara, sebab dana tersebut khusus dipakai untuk kepentingan Pilkada,” jelasnya.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas