Home Ekonomi

Cegah Covid-19, BI Dorong Transaksi Nontunai

194
ILUSTRASI - Gedung Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah mendorong transaksi dilakukan secara nontunai sebagai langkah mencegah penyebaran virus covid-19.

Hal itu termaktub dalam imbauan Bank Indonesia melalui media massa. Dalam imbauan itu, BI menilai transaksi nontunai dapat dilakukan dengan aman dan santai.

BI dalam kebijakannya pertama yaitu membebaskan pengenaan biaya transaksi pemprosesan QR Code Indonesian Standard (QIRS) bagi pedagang kategori Usaha Mikro (UMi) oleh PJSP (MDR 0%). Ini efektif berlaku 1 April 2020 sampai 30 September 2020.

Kedua, menurunkan biaya sistem kliring nasional Bank Indonesia yang semula Rp600 menjadi Rp1 dari perbankan ke BI serta dari maksimum Rp3.500 menjadi maksimum Rp2.900 dari nasabah ke perbankan. “Ini efektif berlaku pada 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020 mendatang,” tulis dalam imbauan tersebut.

Selanjutnya, ketiga, BI mendukung akselerasi dana bantuan sosial nontunai program-program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Kartu Prakerja dan Program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah.

Sedangkan keempat yaitu, melonggarkan kebijakan kartu kredit. Ada empat poin dalam kebijakan tersebut yaitu, penurunan batas maksimum suku bunga, sebelumnya 2,25% menjadi 2% per bulan. Kebijakan ini efektif mulai berlaku 1 Mei 2020.

Kedua, penurunan sementara nilai pembayaran minimum, sebelumnya 10% menjadi 5%.

Ketiga, penurunan sementara besaran denda keterlambatan pembayaran, sebelumnya 3% atau maksimal Rp150 ribu menjadi 1% atau maksimal Rp100 ribu.

Terakhir mendung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak Covid-19, dengan mekanisme menjadi diskresi masing-masing penerbit kartu kredit.

Kebijakan ini mulai berlaku secara efektif 1 Mei 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

BI juga terus mengkampanyekan bekerja dari rumah, dan senantiasa memakai masker.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas