Ahfan Halim. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulteng tengah menggagas aplikasi berbasis website khusus penanganan Covid-19 di daerah ini.

“Insyaallah, kalau tidak ada perubahan dalam minggu ini sudah selesai kami buat,” ungkap Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Provinsi Sulteng, Ahfan Halim, Rabu, 15 April 2020.

Dia mengatakan aplikasi tersebut nantinya akan dipublikasi kepada masyarakat luas se-Sulawesi Tengah. Aplikasi dimaksud bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui perkembangan penanganan virus corona (Covid-19) di Sulawesi Tengah.

“Jadi nanti adminnya selain Dinas Kominfo Sulteng, ada juga Dinas Kesehatan dan BNPB/BPBD untuk update data,” ujar Ahfan.

Ahfan mengatakan untuk tingkat pemerintah pusat sudah terlebih dahulu mengagas hal serupa dengan aplikasi Nasional PeduliLindungi. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo bersama Operator Seluler untuk tracing, tracking dan fencing Covid-19.

“Jadi kalo HP kita bunyi artinya kita berada di redzone tanpa kita ketahui siapa orangnya. Dengan kondisi demikian kita harus hindari tempat itu segera,” ucapnya.

Aplikasi tersebut bisa diinstall di https://www.pedulilindungi.id/ di HP masing-masing dengan mengikuti petunjuknya. Lebih rinci, aplikasi PeduliLindungi merupakan aplikasi tracking yang dapat mendeteksi pergerakan pengguna yang terpapar Covid-19 selama 14 hari ke belakang.

Aplikasi PeduliLindungi juga dapat terhubung dengan operator selular lain untuk menghasilkan visualisasi yang sama.

Nantinya, berdasarkan hasil tracking dan tracing, nomor telepon di sekitar penderita Covid-19 yang terdeteksi, akan diberikan peringatan untuk segera menjalankan protokol kesehatan.

Aplikasi ini juga digunakan untuk memonitor pendatang dari luar negeri dan pos lintas batas.

Berdasarkan implementasi di lapangan, smartphone yang sudah memiliki aplikasi PeduliLindungi bakal mendapatkan notifikasi saat pengguna berada di sekitar orang terpapar Covid-19. Aplikasi akan memperingatkan pengguna untuk menjauh, tanpa tahu siapa yang terpapar sebagai aspek perlindungan data pribadi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas