Home Ekonomi

April, Penjualan Yamaha Banua Motor Anjlok

Supervisior CV Banua Motor Palu, Ariel (kanan) didampingi karyawan melakukan sesi foto dengan menunjukkan salah satu brand Yamaha. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak awal hingga pertengahan April 2020, penjualan Yamaha CV Banua Motor Palu di Jalan I Gusti Ngurah Rai anjlok sekitar 70 persen.

Hal ini disampaikan Supervisior CV Banua Motor Palu, Ariel usai dikonfirmasi Metrosulawesi melalui gawai, Rabu (15/4/2020). Ia mengungkapkan penurunan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan bulan Maret.

“Jauh sekali turunnya sekitar 70% dan betul-betul dampak cukup parah sekarang ini. Bukan hanya kami tapi semua merasakan hal yang sama. Bulan Maret kami tutup diangka 127 unit, walaupun tidak mencapai target 140 unit,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi bertambahnya penurunan penjualan, pihaknya terus berupaya agar tetap melakukan kanvasing atau tingkat marketing dalam menawarkan produk kepada konsumen terus berjalan. Namun, untuk melakukan pameran hingga mobil outlet ditiadakan sementara waktu.

“Aktivitas jalan seperti biasa, hanya kegiatan besar yang ditunda berkaitan dengan pameran,” ungkapnya.

Sementara Itu, CV Banua Motor Palu juga saat ini menyediakan program menarik khusus pengambilan unit di April mendapatkan bonus angsuran satu bulan dan parcel. Sedangkan, ia menyebutkan untuk Downpayment (DP) atau uang muka sedikit lebih tinggi sekitar 15%.

“Konsumen akan membayar di bulan Juni. Kebijakan yang diberikan leasing sudah seperti itu DP tinggi karena kemungkinan dampak Corona. Dibandingkan dealer lain kami masih Murah,” katanya.

Menurutnya, dibalik wabah Covid 19 masyarakat yang ingin mengambil unit dengan DP rendah masih sangat sulit. Apalagi, ditambah dengan DP tinggi yang diberikan. Sedangkan, perusahaan pembiayaan yang bekerjsama ialah PT Bussan Auto Finance (BAF).

“Khusus untuk tipe matic 125-cc saja yang dapat promo. Kalau tipe lain juga dapat, hanya saja angsuran berbeda. Harga jual kendaraan tetap tidak naik,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum melakukan pengurangan karyawan atau PHK. Namun, kata dia, jika berdampak buruk bagi perusahaan harus dibicarakan terlebih dahulu terkait itu.

“Kita tidak bisa ambil kesimpulan ke sana dan memberhentikan karyawan dengan sepihak. Tapi, ini harus dirapatkan dulu sebelum ada keputusan resmi dari perusahaan,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas