Home Sulteng

Gubernur Longki: Tetap Waspada

PDP MENINGGAL - Petugas dengan menggunakan protap Covid-19 mengevakuasi peti berisi jenazah salah satu PDP (pasien dalam pemantauan) ke dalam ambulans di Puskesmas Nambo, Kabupaten Banggai, Selasa 14 April 2020. (Foto: Ist)
  • Satu PDP di Banggai Meninggal

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 alias virus Corona. Ia meminta agar masyarakat untuk terus melakukan pola hidup sehat.

“Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Jika mengalami demam, batuk, pilek, gangguan pernapsan, sakit tergotongan, serta letih dan lesu, jangan panik dan resah. Tetapi tetap waspada. Segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau rumah sakit,” imbau Gubernur Longki melalui video singkat yang diterima Metrosulawesi, Selasa 14 April 2020.

Dalam video berdurasi 2,48 menit itu, Gubernur Longki meminta masyarakat untuk tetap menjaga diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19. Gubernur pun kemudian menyebut beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari virus tersebut.

Pertama katanya, sering cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir selama dua puluh detik, sebelum dan sesudah beraktivitas.

Kedua, jaga daya tahan tubuh dengan selalu mengkonsumsi sayur dan buah, serta rajin olahraga dan istrahat yang cukup.

Ketiga lanjut gubernur, tetap tinggal di rumah. Bila tidak terlalu perlu jangan keluar rumah.

Keempat, jaga jarak dan hindari kerumunan-kerumunan.

Kelima, tidak berjabat tangan atau bersentuhan tangan dan anggota tubuh.

Keenam, jika harus keluar rumah, gunakan masker dari kain agar bisa dicuci setiap saat.

Ketujuh, jika dari bepergian dari daerah terinfeksi covid-19, maka wajib melapor ke kepala kelurahan, kepala desa atau camat setempat.

“Lawan covid-19, kita optimis, salam sehat, masyarakat Sulawesi Tengah sehat,” pungkas gubernur.

Sementara itu, kabar duka datang dari Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Satu pasien dalam pemantauan (PDP) virus corona (Covid-19) meninggal dunia pada Selasa, 14 April 2020.

Kabar duka ini dibenarkan Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulteng, dr. Jumriani Yunus. Namun dia belum mengetahui identitas PDP yang meninggal tersebut karena belum mendapat laporan dari Pemerintah Kabupaten Banggai.

“Iya, satu PDP meninggal tadi (Selasa, 14 April 2020) di Kabupaten Banggai,” ungkap Jumriani kepada Metrosulawesi, Selasa, 14 April.

Jumriani menambahkan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.

“Kami masih menunggu laporan resmi, nanti akan diinformasikan untuk lebih jelasnya,” pungkas Jumriani.

Jubir Pusdatina Covid 19 Pemprov Sulteng, Haris Kariming dalam siaran persnya juga menyebutkan satu PDP meninggal di Puskesmas Nambo Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai.

“Tes swab jenazah sudah diambil tadi siang dan akan dikirimkan besok (hari ini) ke lab covid 19 Kememkes Makassar,” jelasnya.

Kepala Biro Humas Pemprov Sulteng itu mengatakan data satu PDP yang meninggal ini baru akan dimasukkan ke data laporan Pusdatina Covid-19 Sulteng pada hari ini.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi menyebutkan, ODP berinisial NW (42) tiba di Puskesmas Nambo pada Selasa 14 April 2020 pukul 12.00 Wita. Dia mengalami gejalah sesak napas dan panas tinggi. NW meninggal di Puskesmas pukul 12.45 Wita saat tengah mendapat perawatan.

NW yang merupakan karyawan di salah satu toko itu mengalami demam selama empat hari di rumahnya. Kabarnya, yang bersangkutan baru saja melakukan perjalanan dari Makassar.

Sesaat setelah meninggal, jenazah NW kemudian dievakuasi dengan menggunakan protap Covid-19 oleh petugas kesehatan setempat. Jenazah dibawa untuk diperiksa oleh tim medis kabupaten Banggai guna mengetahui lebih jauh penyebab kematiannya.

Reporter: Michael Simanjuntak, Djunaedi, Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas