Banjir di Dusun Panebel, Kecamatan Tolai, Kabupaten Parimo. (Foto: Ist)

Parimo, Metrosulawesi.id – Dusun Penebel, Desa Tolai, Kecamatan Balinggi, Kabuaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi langganan banjir. Meski dilakukan pencegahan, namun setiap musim penghujan selalu diterjang banjir.

Kepala Desa Tolai, I Made Gede Dipayana, mengungkapkan,  di Dusun Penebel menjadi langganan banjir selama 10 tahun terakhir. Meski dilakukan berbagai cara untuk mencegah, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan setiap hujan dengan intensitas tinggi dusun tersebut pasti diterjang banjir.

Seringnya dilanda banjir, Bupati Parimo bersama jajarannya sempat melakukan peninjauan lokasi banjir, untuk mengecek pembersihan lokasi yang dilakukan masyarakat menggunakan alat seadaanya tanpa ada alat berat.

‘’Seminggu lalu di Dusun Penebel ini juga banjir, airnya setinggi lutut orang dewasa, tetapi banjir kali ini cukup besar dan membuat arus lalulintas sempat mengalami kemacetan.’’ ungkap MG Dipayana, Sabtu (11/04/2020).

Dikatakan Made—sapaan akrab NG Dipayana, upaya pembersihan lumpur dan  tumpukan kayu, pihaknya  dibantu  masyarakat serta  Babinkamtibmas serta Babinsa,  hanya mengunakan alat sederhana. Dan saat ini pihaknya masih menunggu perbaikan jalur banjir tersebut dari Pemerintah Daerah atau instansi terkait,  sehingga jika terjadi curah hujan tinggi tidak terjadi banjir sebesar saat ini.

Dijelaskan MG Dipayan,  meluapnya air ke pemukiman warga dan jalur Trans Sulawesi, diakibatkan banyaknya limbah kayu yang terseret banjir yang mengakibatkan tersumbatnya jalur air.

‘’Karena jalur air ini merupakan tempat pertemuan dari beberapa sungai yang ada, tidak heran ketika musim penghujan, debit air yang mengalir cukup besar, ditambah lagi limbah kayu yang terseret banjir mengakibatkan air melupat ke rumah warga dan poros jalan Trans Sulawesi,’’  jelas Made, sembari berharap pemerintah daerah untuk turun memperbaiki jalur di Dusun Panebel. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas