Home Hukum & Kriminal

Lagi, Penyebar Hoax ‘Pasutri PDP Covid 19 Kabur’ Diciduk Polisi

359
ILUSTRASI - Hoax di Media Sosial. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id  – Kasus penyebaran berita hoax ‘Pasutri Positif Covid 19 Kabur’ dari RSUD Undata Palu, di medsos masih berlanjut. Setelah melaporkan pemilik Rabia Najwa, kini korban menyasar pemilik akun di facebook yang menuliskan foto dan caption yang sama ditulis tersangka yang kini diamankan Polda Sulteng.

Tidak tanggung-tanggung, korban melaporkan dua pemilik akun  facebook ke penyidik Subdit V Direskrim Polda Sulteng. Dua pemilik akun yang dilaporkan itu yakni   akun facebook berinisial F dan AA, keduanya warga di Kabupaten Poso.

Berdasarkan laporan korban, dan penyidik  mengumpulkan bukti serta  melakukan profelling terhadap kedua akun tersebut,, Rabu (8/4/2020) penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng,  kembali melakukan penangkapan terhadap kedua pemilik akun tersebut.

Kedua tersangka yang diamankan petugas  F (32), warga Jalan  Sam Ratulangi Poso dan AA (32)  warga Desa Kalora Kecamatan  Pesisir Utara, KAbupaten Poso.

‘’Benar hari ini, Subdit V Cyber crime Ditreskrimsus Polda Sulteng baru saja kembali dari Kabupaten Poso, setelah melakukan penangkapan tersangka pembuatan konten yang memuat informasi hoax,’’ jelas Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, SIK kepada Metrosulawesi.id.

Dijelaskan Didik, kedua warga Poso itu,  ditangkap karena postingannya di media sosial menyerupai postingan Rabia Najwa, warga Kabupaten Parimo, yaitu menuliskan kalimat “Info falid dari pihak Kepolisian dan Lurah Bonesompe, telah kabur PDP dari RS Undata sekitar jam 10, dst” dan menambahkan postingan dengan gambar foto Kartu Tanda Penduduk atas nama HS dan suaminya IN,

Menariknya dari kedua tersangka, tersangka AA ini tercatat dalam gugus tugas penanganan covid-19 di Poso. Motif tindakannya teledor dengan memposting di medsos yang seharusnya menunggu pengumuman resmi dari pihak yang berwenang. Selain itu,  tidak dibenarkan memposting identitas lengkap berikut KTP apabila ada ODP, PDP maupun yang positif Covid-19.

‘Iya, tersangka AA adalah salah satu yang masuk dalam gugus tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Poso. Sedangkan tersangka F mendapat informasi daritersangka  AA dan kemudian memposting di medsos,’’ urai Didik.

 Akibat ulahnya itu, para tersangka dijerat pasal 28 ayat (1) dan/atau pasal 45 ayat (1) Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik yaitu setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 Milyar,” Tutup Didik.(*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas