Home Sulteng

Ombudsman Usul Kebijakan Khusus Dampak Covid-19

178
Sofyan Farid Lembah. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Mulai Penghapusan Pungutan Sekolah hingga Penundaan Penagihan Kredit

Palu, Metrosulawesi.id – Ombudsman Perwakilan Sulteng mengusulkan kebijakan khusus dampak wabah Covid-19 di daerah ini. Kebijakan khusus dimaksud harus diambil dalam penanganan Covid-19 di wilayah Sulteng.

“Meski sudah dikeluarkan Surat Edaran Gubernur Sulteng No.903/180/BPKAD tertanggal 1 April, Ombudsman mengharapkan Ketua DPRD dan Gubernur terus melakukan pembahasan soal pergeseran anggaran untuk digunakan kebutuhan penanganan pandemi Convid 19 di Sulawesi Tengah,” ujar Kepala Ombudsman Sulteng, H Sofyan Farid Lembah, melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2020.

Dia mengatakan kebijakan khusus yang perlu diambil gubernur yaitu mengurangi  belanja ATK, selektif atau penundaan pembiayaan pembangunan fisik seperti pembangunan gedung, jembatan dan jalan yang belum sempat dilelang, dan memprioritaskan  pembiayaan alih fungsi Diklat menjadi RS Penanganan Pasien Convid-19.

Selanjutnya menghapuskan pengutan di sekolah dalam rangka implementasi Pergub 10/2017 untuk SMA/SMK/SLB selama bulan Maret sampai Juni 2020. Penghapusan denda kendaraan bermotor yang akan jatuh tempo pada Maret sampai dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

Pengadaan/sewa kendaraan dinas, evaluasi alokasi Dana APBD untuk Pilkada (Pilgub, Pilwali dan Pilbup) sesuai hasil RDP Komisi II dengan KPU RI dan Bawaslu RI, serta alokasi dana hibah dan bansos harus dikhususkan kepada organisasi kemasyarakatan untuk penanggulangan bencana.

“Pemprov juga perlu menyiapkan logistik/buffer stok pangan selama pandemi Covid-19,” ucap Sofyan.

Kebijakan khusus terakhir yaitu gubernur harus meminta Bank Sulteng sebagai bank milik daerah melakukan relaksasi kredit bagi debitur baik KPR, UMKM serta penundaan penagihan kepada PNS yang sedang menjalani work from home (kerja dari rumah).

“Paling tidak 10 hal tersebut perlu menjadi pertimbangan DPRD dan Pemprov sebagai sebuah kebijakan khusus dalam penanganan bencana non alam Covid-19 di Sulteng,” pungkas Sofyan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas