Home Hukum & Kriminal

Noberial Marthen Salmon Divonis Bebas

202
USAI SIDANG - Noberial Marthen Salmon didampingi kuasa hukum dan pegawai Lapas Petobo usai menjalani sidang putusan melalui video conference. (Foto: Ist)
  • Hakim: Terdakwa Tidak Mengetahui Adanya Diskon Harga

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palu menjatuhkan vonis bebas kepada Noberial Marthen Salmon, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek alat kesehatan (alkes) 23 Puskesmas di Kabupaten Poso.

“Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan primer pasal 2  dan dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 18  Undang-undang Republik Indonesia Nomor. 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 K.U.H.Pidana,” demikian amar putusan  dibacakan Ketua Majelis Hakim, Ernawati Anwar dalam berkas terpisah  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) , Pengadilan Negeri (PN) Palu, yang dilakukan secara teleconference, Rabu,1 April 2020.

Dalam amar pertimbangannya, sebelum menentukan harga perkiraan sendiri (HPS), PPK telah lebih dulu melakukan survei harga. Selain itu, terdakwa tidak mengetahui adanya diskon harga yang diberikan perusahaan.

Selain itu dalam amarnya, memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari rumah tahanan setelah putusan tersebut.

Usai pembacaan putusannya, Ernawati Anwar memberikan kesempatan kepada terdakwa beserta penasehat hukumnya sesuai perundang-undangan, tujuh hari menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum kasasi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Noberial Marthen Salmon Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pidana lima tahun penjara , membayar denda Rp 100 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Noberial Marthen Salmon, merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di Dinkes Poso Tahun 2013, merugikan keuangan negara sekira Rp 3,3 miliar. Inti dakwaan JPU, bahwa pengadaan alkes di Dinkes Poso  terjadi kemahalan harga (markup).

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas