Home Palu

Wali Kota: Jangan Sembunyikan Identitas Warga Positif Covid-19

192
PIMPIN RAPAT - Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si memimpin langsung Rapat Koordinasi Penanganan Penyebaran Covid-19 bersama sejumlah pihak, Minggu, 29 Maret 2020, di Halaman Parkir kantor Wali kota Palu. (Foto: Humaspemkot)

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si memimpin langsung Rapat Koordinasi Penanganan Penyebaran Covid-19 bersama sejumlah pihak, Minggu, 29 Maret 2020, di Halaman Parkir kantor Wali kota Palu.

Dalam rapat tersebut,  Wali Kota Hidayat menginginkan agar  Identitas warga positif Covid-19 harus diumumkan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Palu.

“Identitas Warga Positif Covid-19 ini janganlah disembunyikan,  karena kalau identitas warga ini ditutup tutupi maka  akan sangat berbahaya terhadap Kota Palu, khususnya terkait penyebaran penyakit Covid-19 ini,” katanya.

Menurut Hidayat, dengan diketahuinya identitas warga positif itu, maka akan menjadi suatu peringatan dan mawas diri, terutama bagi orang orang yang pernah kontak dengan bersangkutan.

“Terutama bagi keluarganya serta orang orang yang pernah kontak dengannya, yang  harus segera memeriksakan kesehatannya dengan kesadaran diri masing masing, ini juga berguna agar kita dapat melakukan penyemprotan di rumah warga positif itu, agar virus tidak menyebar. Karena jumlah warga Positif pasti akan terus bertambah jika identitas warga tidak diumumkan,” jelasnya.

Hidayat menambahkan, guna memaksimalkan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu, pihaknya akan  melakukan penjagaan ketat di akses pintu masuk ke Kota Palu.

“Kita tidak mau jumlah warga positif Covid-19 ini terus meningkat, untuk itu cara yang kita lakukan yakni setiap warga yang tiba, baik dari bandara,  pelabuhan, dan darat, semua harus melewati pemeriksaan.  Olehnya kita akan membuat posko pemeriksaan kesehatan di enam lokasi tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Hidayat berharap semua unsur terkait segera melakukan persiapan.

“Silakan diajukan apa kebutuhan dari unsur masing masing, yang berjumlah sebanyak enam posko yang terdiri dari tiga posko melalui jalur darat yakni di Terminal Tipo, Terminal Mamboro dan Kantor Kecamatan Tawaeli,  sedangkan 2 posko jalur laut, yakni Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Taipa, sedang 1 posko pada jalur udara yakni di bandara,” jelasnya.

Keinginan Wali Kota Palu Hidayat tersebut ternyata bisa dilaksanakan berdasar Surat Edaran Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per tanggal 26 Maret 2020 yang telah dikonfirmasi oleh Ketua IDI Kota Palu, dr. Husaema.

“Iya bisa, ini telah ada Surat Edaran dari PB IDI Pusat yang memperbolehkan identitas warga positif  corona diumukan ke publik,” kata dr. Husaema, yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu.

Menurutnya, dasar yang diambil dari edaran PB IDI ini yakni Corona Virus Desember 2019 atau (Covid-19) ini adalah sudah menjadi  wabah, dan masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Dalam Surat edaran ini diperbolehkan membuka identitas warga positif corona, namun identitas yang dimaksud yakni nama, umur dan alamatnya saja,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas