Home Sulteng

Tetangga Positif Corona, Jangan Panik Berlebihan

424
dr Muh Saleh Amin. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mengimbau masyarakat tak panik berlebihan saat mengetahui anggota keluarga tetangga rumah positif virus corona (Covid-19). Yang perlu dilakukan masyarakat cukup menjaga jarak (sosial distancing) dari rumah pasien positif Covid-19.

“Kita imbau masyarakat jangan sampai panik berlebihan, cukup dengan jaga jarak,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulteng, dr Muh Saleh Amin, Minggu, 29 Maret 2020.

Diketahui, kepanikan masyarakat tidak terkontrol saat mengetahui ada pasien positif corona berada di sekitar perumahan warga. Padahal menurut Saleh, virus corona hanya bisa menular maksimal dalam jarak satu sampai dua meter saat pasien batuk atau bersin.

“Ini yang belum diketahui masyarakat secara utuh, makanya banyak yang panik,” ucap Saleh.

Namun demikian, kepanikan tersebut dinilai wajar karena virus corona merupakan wabah baru. Pencegahan yang harus dilakukan masyarakat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Tentu kalau sudah mengetahui ada tetangga positif corona, jangan dulu masuk ke rumah itu,” ujarnya.

Saleh mengimbau masyarakat Sulteng mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan sosial distancing. Langkah tersebut diyakini bisa meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Sekarang jaga jarak kalau bisa minimal harus dua meter, imbauan ini harus ditaati,” tutur Saleh.

Untuk Sulteng sendiri hingga 29 Maret, jumlah positif coronya sebanyak 2 orang. Sebelumnya, Saleh mengungkapkan kedua pasien positif corona tersebut dilaporkan dalam kondisi yang semakin membaik.

“Perkembangannya semakin membaik, kita berharap semoga secepatnya sembuh,” ungkap Saleh.

Dia mengatakan pasien pertama yang dinyatakan positif menjalani isolasi di RSUD Undata Sulteng. Sementara pasien kedua positif corona ditangani Pemerintah Kota Palu. Saleh mengimbau masyarakat tidak panik jika mengetahui alamat pasien positif Covid-19.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas