Bupati Poso Darmin Sigilipu menunjukkan salam khusus corona. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Tokoh Poso  Rizal Calvary Marimbo menyayangkan aksi Bupati Poso Darmin Sigilipu menggelar acara pertemuan dan pengumpulaan  massa yang dilakukannya di beberapa tempat dalam beberapa hari ini di saat bangsa sedang berperang melawan virus corona.

Bupati, menurut Rizal lupa dan dinilainya sudah melanggar imbauannya sendiri yang baru saja diterbitkannya lewat Surat Edaran Nomor 800/0276/BPSDM PSO/2020 tentang pencegahan antisipasi penyebaran covid 19 di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso.

“Surat edaran tersebut baru berusia lima hari, namun di hari kelima, dia (Bupati) justru melanggar surat edaran yang dibuatnya sendiri dengan cara menggelar pertemuan yang mengumpulkan banyak orang pada kegiatan membagi-bagi gerobak bagi pedagang yang terdampak penataan Sungai Poso,” tegasnya.

Tak cuma itu, bupati Sabtu (22/3) menggelar pertemuan dari siang sambung malam dengan partai koalisi yang akan mengusungnya di Pilkada serentak 2020.

Menurut Rizal, Bupati dalam surat edarannya pada bagian II, poin ke-7, dengan tegas mengatakan menunda kegiatan-kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Namun pada faktanya sekitar pukul 3 sore dia justru mengumpulkan banyak orang di Kota Tentena pada Sabtu (21/03) akhir pekan kemarin.

Tak sampai di situ saja, Bupati bahkan ikut serta melibatkan para pejabat gereja dari lingkungan GKST, (Gereja Kristen Sulawesi Tengah).

Masih pada surat yang sama, pada bagian II, poin 6, Bupati  jelas-jelas menegaskan untuk mengurangi kontak fisik atau bersentuhan langsung dengan orang lain serta mengganti jabatan tangan dengan ucapan salam. Namun realita lapangan justru bertolak belakang 100 persen.

Dari foto-foto yang diedarkan sendiri oleh bawahannya di Bidang Kehumasan Pemkab Poso, dia justru melakukan kontak tangan dan bergerombol bahkan melakukan selfi bersama  warganya.

“Kita sesalkan. Pemimpin mudah lupa dan melanggar surat edaran yang ditandatanganinya sendiri. Tanggal 16 Maret 2020 beliau teken. Bagaimana mungkin dia bisa  lupa pula dengan aturan yang dibuatnya sendiri. Sense of crisis-nya sebagai seorang bupati tidak ada,” sesal akhir pekan kemarin.

Tak hanya melanggar Surat Edarannya sendiri, Bupati juga melanggar anjuran  Mendagri Tito Karnavian serta Presiden Jokowi tentang pencegahan penularan COVID-19. Dimana, masyarakat sebaiknya saling menjaga jarak atau Social Distancing.

“Semestinya Bupati memberikan teladan kepada masyarakat dengan tidak keluyuran dan melakukan pertemuan melibatkan massa. Sebab ini terkait keselamatan jiwa masyarakat,” tegasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas