Home Palu

Siswa SMKN 5 Palu Produksi APD

344
FOTO BERSAMA - Sejumlah siswa SMKN 5 Palu saat memperlihatkan APD, di salah satu ruang jurusan menjahit, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah siswa jurusan menjahit SMK Negeri 5 Palu, memproduksi Alat Pelindung Badan (APD) yang biasa digunakan oleh dokter atau tenaga medis dalam menangani pasien atau orang yang diduga terpapar virus corona (covid-19).

Kepala SMK Negeri 5 Palu, Badarudin, mengatakan, untuk kain yang digunakan oleh siswa secara khusus dibeli di Palu, dan sejauh ini jumlah APD yang telah diproduksi sekitar 200 lebih.

“Alat Pelindung Badan ini telah ada yang pesan, yakni pihak Rumah Sakit Undata Palu. Dan pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi dengan kami untuk memesan APD tersebut,” kata Badrudin, di Palu, Jumat, 20 Maret 2020.

Kata dia, produksi APD ini akan diperbanyak, karena kemungkinan sejumlah RS di Sulteng akan memesannya. Untuk jumlah APD yang diminta oleh pihak RS Undata belum ketahui, tetapi yang jelas pasti akan bertambah.

“Yang memproduksi APD ini siswa, tetapi dibantu oleh guru, dengan menggunakan mesin jahit yang modelnya otomatis semua,” ujarnya.

Badarudin mengatakan, awalnya diproduksi baju APD itu dari salah satu guru SMKN 5 Palu yang dipanggil oleh RS Undata, dan pihak rumah sakit memberikan contoh baju yang mau dibuat. Setalah dilihat contohnya, langsung dibuat oleh guru tersebut.

“Ternyata baju yang dibuat oleh guru kami persis yang dipakai oleh petugas kesehatan, maka langsung di pesan oleh rumah sakit,” katanya.

Kata dia, standar baju sudah disesuaikan dengan APD yang biasa digunakan oleh RS Undata, dan baju itu digunakan sekali pakai.

“Saya berharap ini salah satu ajang promosi sekolah, bahwa siswa SMKN 5 Palu juga bisa membuatnya, dan harganya juga lumayan murah. Bahkan, siswa kami juga bisa dipanggil untuk menjahit, sehingga tenaga kerjanya bisa banyak,” ungkapnya.

Menurut Badarudin, harga baju itu jika tidak salah sekitar Rp60 ribu per satu baju APD, kemudian baju ini sekali pakai, kemudian langsung buang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace, mengaku, sangat mengapresiasi pihak sekolah yang memproduksi APD. Namun, jika orderan banyak berarti pihak sekolah perlu menjaga diri juga.

“Karena ini demi kemanusiaan, maka kita juga harus berpartisipasi, bahkan Pak Gubernur mendukung,” ungkapnya.

Irwan juga mengatakan, dirinya telah ditelfon oleh Kepala Dinkes Sulteng, dan pihaknya sarankan menghubungi SMKN 1 Palu, sebab sekolah ini juga sudah siap memproduksinya, karena mesin jahit yang digunakan adalah mesin jahit digital.

“Untuk di Sulteng ada dua sekolah yang meproduksi APD itu, yakni SMKN 1 Palu dan SMKN 5 Palu,” katanya.

Reporter: Moh Fadel, Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas