Home Ekonomi

Nasabah Mulai Ramai Datangi Pegadaian

352
Walaupun ada pembatasan aktivitas dari pemerintah daerah, namun nasabah di kantor Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza banyak terlihat melakukan transaksi. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Meski pembatasan aktivitas selama 14 hari yang dilakukan pemerintah daerah. Namun, tak terlihat di kantor Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza. Para nasabah kini mulai ramai mendatangi pusat gadai barang tersebut.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi, Jumat (20/3/2020), aktivitas transaksi terlihat sejak pagi hingga sore hari. Hampir sekitar puluhan nasabah keluar masuk ke kantor Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza di Jalan Danau.

Abdul Hadi, salah satu nasabah Pegadaian Syariah mengakui dirinya datang ke tempat itu hanya sekadar melakukan perpanjangan pembayaran barang gadaian yang setiap jangka empat bulan sekali.

“Saya hanya datang perpanjangan barang gadai saja di sini dan bukan untuk menembus,” ucapnya.

Menurutnya, walaupun ada pembatasan aktivitas dari pemerintah. Ia mengungkapkan tidak merasa khawatir karena Pegadaian Syariah juga menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer untuk para nasabah sebelum melakukan transaksi.

“Alhamdulillah, mereka sediakan pembersih tangan jadi kami sebagai nasabah tidak perlu khawatir datang kemari,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza, Wagiman menjelaskan kebanyakan nasabah gadai untuk saat ini. Menurutnya, dana tersebut nasabah persiapkan guna menambah modal usaha menghadapi bulan suci Ramadan.

“Beberapa hari terakhir kita cukup lumayan mengalami tren kenaikan ditingkat gadai. Kemungkinan, mereka gunakan buat tambahan modal usaha pada puasa nanti,” katanya.

Ia mengungkapkan taksiran dari total barang gadai mengalami kenaikan pekan lalu sekitar Rp15 ribu. Ia mengatakan kebanyakan nasabah datang di Pegadaian melakukan transaksi gadai dibandingkan menebus barang.

“Pertumbuhan dari Maret 2020 naik sekitar 5%. Target kami Rp147 miliar selama periode setahun. Biar ada pembatasan, tapi sampai hari kita sendiri masih tumbuh tidak ada masalah,” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas