Home Morowali Utara

DPRD Morut Temukan Proyek Tidak Dikerjakan

1855
Ketua DPRD Morut, Hj Megawati Ambo Asa, SIP memimpin sidang paripurna. (Foto: Metrosulawesi/ Alekson Waeo)

Morut, Metrosulawesi.id – Sidang paripurna penyampaian laporan peninjauan lapangan oleh 3 Tim DPRD Kabupaten Morut. Ini merupakan sidang paripurna pertama dipimpin oleh Hj Megawati Ambo Asa ketua DPRD Morut yang diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Poso beberapa minggu yang lalu.

Sidang paripurna yang tidak dikawal oleh dua wakil ketua, berlangsung di ruang sidang utama DPRD Morut Selasa 10 Maret 2020. Diawali laporan peninjauan lapangan oleh Tim 1 H. Syahruddin Mustafa, SE yang telah meninjau kegiatan pembangunan yang sudah dilaksanakan pada tahun anggaran 2019 di tiga kecamatan yakni Petasia, Petasia Timur, dan Petasia Barat.

Peninjauan lapangan oleh Tim 1 dipimpin Idham Ibrahim memberi beberapa masukan, saran dan usulan berupa kegiatan peningkatan jalan maupun struktur jalan yang berlokasi di ibukota Kolonodale sebaiknya perlu memperhatikan tata ruang kota dan permasalahan pembebasan lahan, sehingga pelaksanaan pekerjaan yang sedang dan akan dilaksanakan tidak terhambat, seperti untuk proyek jalan menemui jalan buntut karena tidak dapat dibebaskan lahan masyarakat.

Begitu juga dalam pelaksanaan pekerjaan baik fisik maupun non fisik harus ada perencanaan yang matang, perlu adanya pengawasan yang lebih serius terkait segala bentuk penggunaan anggaran, pekerjaan fisik yang menggunakan anggaran besar sebaiknya dilakukan tender lebih awal agar pekerjaan tersebut terselesaikan sebelum akhir tahun anggaran.

Sementara Tim II yang disampaikan oleh Asral Lawahe, S.Pd melaksanakan peninjauan lapangan di Mamosalato, Bungku Utara, dan Soyo jaya menemukan pekerjaan jalan antar Baturube-Tirongan bawah Pagu anggaran satu miliar dilaksanakan namun pengaspalannya belum dilaksanakan.

Di Kecamatan Mamosalato, berupa peningkatan jalan dalam desa Tambale anaggaran Rp 500.000.000,- kegiatan tersebut tidak dilaksanakan sama sekali, pembangunan perumahan transmigrasi nelayan anggaran Rp 2,5 miliar pembangunan belum dilaksanakan, pembangunan pagar SDN Andolia anggaran Rp 100.000.000,- Bangunan tidak dilaksanakan, Dinas Pertanian pengadaan Babi Australia kelompok ternak BALI JAYA anggaran Rp 100.000.000,- pengadaan tidak di laksanakan.

Di Kecamatan Soyo Jaya ditemukan pengadaan perahu kapal angkutan barang dan penumpang Desa Tambayoli Pagu anggaran Rp 390.192.000,- perahu yang dimaksud hingga saat ini belum ada.

Peninjauan lapangan Tim 3 yang disampaikan Indrawati Balirante, SE di kecamatan Lembo, Lembo Raya, Mori Atas dan Mori Utara oleh tim pimpinan ketua DPRD, Hj. Megawati Ambo Asa, S.TP ini menemukan berbagai proyek berupa pembuatan paving blok SDN Tingkea’o anggaran Rp 200 juta pekerjaan tidak dilaksanakan, pembuatan pagar rumah adat desa Uluanso anggaran Rp 175 Juta belum di laksanakan. Pembangunan Puskesmas Baru PKM Petumbea Anggaran Rp 2 miliar masih tahap pekerjaan. Jut ke padang pengembangan Mandula (Swa – Kelola) anggaran sebesar Rp 75 Juta dan pembuatan Jut Merpati Putih anggaran sebesar Rp 142.500.000,- pekerjaan di pending / di batal (Tidak terealisasi), pembangunan gudang dan pengolahan hasil di jamin jaya anggaran Rp 651.386.236,- belum selesai, pemeliharaan kolam balai benih ikan di Korowalelo anggaran Rp 96. 954.872,- tidak terlaksana, namun ada pembuatan dapur anggaran 10 Juta, pembangunan Pasar Beteleme dengan anggaran 5 miliar lebih belum selesai 100 % rehab jaringan pipa air bersih dusun 1 Kolaka dana APBN belum di kerjakan. Sebagai sorotan bagi Dinas Lingkungan Hidup bahwa selama peninjauan Lapangan Oleh DPRD di wilayah Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya tidak pernah melakukan pendampingan.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas