SAMBUTAN - Sekretaris Dispusarda Sulteng, Joko Hariyanto, saat menyampaikan sambutan di kegiatan Workshop Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi, di salah satu Hotel di Palu, Selasa, 10 Maret 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar Workshop Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi, di salah satu Hotel di Palu, Selasa, 10 Maret 2020.

Mewakili Kadis, Sekretaris Dispusarda Sulteng, Joko Hariyanto, mengatakan, arsip merupakan aset dalam bentuk dokumen yang  memiliki peran penting dan strategis, karena arsip sebagai bukti pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintahan.

“Pembangunan kemasyarakatan dapat dipertanyakan pada setiap saat, sesuai dengan paradigma baru dalam era reformasi. Selain itu dengan adanya akuntabilitas publik dan transparansi, tentunya telah menjadi kebutuhan mutlak di setiap organisasi maupun swasta,” ujar Joko.

Olehnya itu, Joko mengajak kepada para pengelola arsip agar dapat memotivasi serta mengelolah arsip dengan baik. 

“Keterampilan dan wawasan yang luas sangat dibutuhkan untuk diaplikasikan dalam proses pelaksanaan pembangunan bangsa dan negara, khususnya Provinsi Sulteng,” katanya.

Untuk diketahui bersama, kata Joko, bahwa arsip harus dikelola dengan baik dan profesional, sehingga dapat berfungsi maksimal sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi OPD dan masyarakat umum.

“Untuk itu diperlukan peningkatan kualitas SDM pengelolaan arsip. Workshop pengelolaan arsip dinamis berbasis teknologi informasi dapat mendukung pelaksanaan e-governance yakni pemerintahan yang berbasi elektronik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Arsip Dinamis Dispusarda Sulteng, Moh. Hisyam mengatakan, tujuan dari kegiatan itu adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaran kearsipan pada perangkat daerah Provinsi Sulteng.

“Dimana pengelolaan arsip dinamis berbasis teknologi informasi ini masih perlu menjadi pertimbangan yang penting bagi para OPD terkait,” katanya.

Menurutnya, inti dari kegiatan ini bagaimana sejumlah OPD bisa mengetahui cara mengelola arsip yang baik dan benar, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lebih gampang melalui teknologi informasi (internet).

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas