Home Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Gus Nur Tempuh Upaya Banding

315
BANDING - Andi Akbar Panguriseng selaku koordinator kuasa hukum terdakwa Gus Nur (44) menyatakan sikap menempuh upaya hukum banding. (Foto: Metrosulawesi/ Firmansyah Badjoki)

Palu, Metrosulawesi.id – Andi Akbar Panguriseng, selaku koordinator kuasa hukum terdakwa Gus Nur (44) menyatakan akan menempuh upaya hukum banding di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palu.

Upaya banding ditempuh pasca  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu memvonis Gus Nur menjalani pidana selama 10 bulan kurungan penjara.

Akbar mengatakan, pihaknya tidak lagi menunggu waktu diberikan Majelis Hakim, tetapi sekarang juga, atas putusan hakim tersebut, selaku kuasa hukum menyatakan menempuh upaya hukum banding.

“Intinya sudah sepakat menempuh banding,” ungkapnya, Jumat, 6 Maret 2020.

Dia mengatakan, sejak kasus ini dilaporkan Kaharu, dan bergulir sampai sidang putusan, lalu  tidak satupun ada konflik.

Kalau dinyatakan bersalah, yang terbukti mananya, olehnya  dia merasa kecewa atas putusan tersebut.

Hal lainya, kasus sama dilaporkan balik Kaharu, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari penyidik.

“Jadi sampai saat ini Pak Kaharu tidak diproses penyidik,” ungkapnya lagi.

Kuasa hukum lainnya,Moh Amin, mengatakan, putusan Hakim tersebut tidak menimbang secara komprehensif dari semua rangkaian persidangan.

“Terkait tabayyun perkara yang diperkarakan ke pengadilan ,ini sama sekali kami tidak mendengar dari pertimbangan Majelis Hakim.

“Sangat disayangkan, padahal hal tersebut merupakan salah satu substansial,”ujarnya.

Kata dia, bagaimana mungkin oleh yang bersangkutan telah dimintai klarifikasi dan tabayun oleh Gus Nur.

“Inilah menjadi tanda tanya apakah terhadap telah ditabayun, karena klarifikasi masih diproses,” ujarnya lagi.

Ditemui usai putusan, terdakwa Gusnur mengatakan dirinya dituduh menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Tapi sampai detik ini tidak pernah terjadi tragedi atau pertumpahan berdarah ataupun perang antar suku, agama atau golongan, semua aman-aman saja,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas