Home Poso

Ratusan Korban Banjir di Lore Barat Mengungsi ke Kantor Camat

351
RELAWAN KEMANUSIAAN - Anggota polisi dari Polres Poso yang diturunkan untuk membantu korban banjir bandang di Desa Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, yang terjadi Rabu 3 Maret 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Polres Poso dan Kodim 1307 Poso, Rabu pagi 4 Maret 2020, langsung menurunkan bala bantuan untuk membantu korban banjir bandang di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, yang terjadi Selasa 3 Maret 2020.

Polres Poso Rabu pagi menerjunkan satu peleton atau sebanyak 30 personelnya ke lokasi banjir tersebut sebagai relawan kemanusiaan.

Kapolres Poso, AKBP Darno melepas langsung personel Polres Poso tersebut menuju lokasi banjir di Lore Barat. Selama bertugas di lapangan, personel Polres Poso akan dipimpin langsung oleh Wakapolres Poso, Kompol Putu Hendra.

Wakapolres Kompol Putu yang mempimpin relawan kemanusian mengatakan, selain personel Polres Poso, tim gabungan dari Polsek Lore berjumlah 20 orang dibantu 30 personel Brimob dan 30 personel Polres Morowali akan membantu di lokasi banjir.

Kata Putu, tim gabungan relawan kemanusiaan juga akan memberikan bantuan berupa sembako, minuman hingga kebutuhan alat tidur dan lainnya. Serta akan membuat dapur umum dilokasi banjir.

“Tim kami ini akan sepenuhnya membantu warga maupun korban banjir di lokasi kejadian,” ucapnya.

Jika warga membutuhkan, seluruh personel akan selalu stand by dengan siap membantu kapan pun.

“Anggota kami akan selalu stand by, dan terlibat melakukan evakuasi, membantu pengungsi dan melakukan pembersihan,” pungkasnya.

Kodim 1307 Poso juga langsung bergerak menuju lokasi bencana banjir bandang. Keberangkatan personel Kodim Poso dengan menggunakan tiga mobil jenis double cabin dipimpin langsung Dandim 1307, Letkol INF Catur Sutoyo, Rabu pagi 4 Maret 2020.

Setiba di wilayah Desa Lengkeka, personel Kodim Poso nantinya akan langsung membagikan logistik untuk korban banjir.

Dandim 1307 Poso, Letkol INF Catur Sutoyo mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin membantu warga yang tertimpah musibah banjir bandang.

“Kami TNI bekerja untuk rakyat serta membantu rakyat, tentunya kami berupaya akan maksimal melaksanakannya sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat,” tegas Catur Sutoyo.

Menurut Catur, bantuan yang dibawa berupa logsitik makanan siap saji, minuman dan pakaian.

Selain menyerahkan bantuan kata Catur, Kodim Poso dibantu personel Batalyon 714 akan dilibatkan melakukan pembersihan sisa banjir dan pencairan warga yang hilang.

Dandim 1307 Poso, Letkol INF Catur Sutoyo. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Personel yang dilibatkan sebanyak 1 pleton personel Batalyon 714 bersama personel Kodim Poso, dan dibantu anggota Koramil 03 Bada.

“Personel Kodim dan Batalyon nanti akan ikut membantu evakuasi, hingga membersihkan puing-puing di lokasi banjir dan mencari warga yang hilang,” tuturnya.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu juga sudah mengerahkan tim evakuasi untuk membantu korban banjir bandang di Desa Lengkeka tersebut.

“Selasa malam sudah ada lima personel yang berangkat ke sana. Hari ini lima personel sebagai pendukung diberangkatkan,” kata Kepala Basarnas Palu, Basrano di Palu, Rabu 4 Maret 2020.

Selain membantu korban banjir bandang yang saat ini sebagian besar masih mengungsi di Kantor Camat Lore Barat , ia menyebut personel evakuasi Basarnas Palu juga mencari satu warga yang hilang saat musibah itu terjadi.

Tim evakuasi, lanjutnya akan bertahan di sana hingga beberapa hari ke depan sampai proses evakuasi, pencarian dan penanganan korban bencana di wilayah itu selesai dan membuahkan hasil.

“Ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah hadir bersama masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, ia menyatakan tim evakuasi masih menghadapi kendala dalam melakukan proses evakuasi.

“Kendalanya adalah cuaca di mana di arah hulu sangat gelap dan akan berisiko terhadap tim pencari (susur sungai). Jangan sampai ada banjir bandang secara tiba,” jelasnya.

Banjir bandang menerjang Desa Lengkeka, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa sore dan mengakibatkan rumah penduduk terseret banjir.

Informasi yang dihimpun Metrosulawesi, akibat banjir bandang tersebut sebanyak 257 KK atau 952 jiwa terpaksa mengungsi. Adapun yang telah terdata di tempat pengungsian Aula Kantor Camat Lore Barat sebanyak 140 KK atau 506 jiwa, sementara yang belum terdata 177 KK atau sebanyak 446 jiwa.

Satu orang dilaporkan hilang. Dia adalah Mariam Lambagu alias Mama Bambang (51 tahun) warga Desa Lengkeka, Kec. Lore Barat.

Korban trauma yang saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Lengkeka dan Gintu sebanyak 4 orang yaitu : 3 orang di Puskesmas Lengkeka bernama Rodi Kawewo, T. Tobingki dan M. Tolakii serta satunya lagi di Puskemas Gintu atas nama Hampale Mantola.

Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah Pdt. Jetrosen Rense, M. Th mengatakan sebagian besar warga korban banjir bandang di Desa Lengketa, Kabupaten Poso kini diungsikan sementara di Kantor Camat Lore Barat.

“Sebagian lagi di gereja dan rumah-rumah warga yang aman,” katanya melalui telepon dari lokasi banjir di Desa Lengketa, Kecamatan Lore Barat, Rabu 4 Maret 2020. (pul/ant)

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas