Home Parigi Moutong

DKP Parimo: Asuransi Nelayan Program Berkelanjutan

214
Yuliana Ngkuno. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Selain program pemberdayaan nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Parigi Moutong (Parimo) juga memiliki program asuransi nelayan.

Nelayan yang mendapatkan asuransi harus memenuhi persyaratan, di antaranya KTP Nelayan itu harus diinput dulu menjadi Kartu Usaha Pelaku Perikanan (Kusuka).

“Progam asuransi nelayan itu merupakan program yang berkelanjutan, ganti menteri pun itu progam asuransi nelayan tetap ada,” ungkap Yuliana Ngkuno selaku Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Parimo, pada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Rabu 4 Maret 2020.

Lanjut Yuli sapaan akrabnya, yang mendapatkan asuransi nelayan minimal umur 17 tahun maksimal 65 tahun, berhak mendapatkan asuransi nelayan selama satu tahun dan disubsidi oleh pemerintah. Tahun berikutnya lagi nelayan tersebut bisa lagi memperpanjang asuransi nelayannya, apabila nelayan tersebut masih mau.

“Nah, nelayan yang meninggal di laut dia mendapatkan asuransi nelayan sebesar 200 juta, kalau cacat permanen atau tetap maksimal mendapatkan 100 juta, biaya pengobatan maksimalnya 20 juta. Kalau nelayan yang kecelakaan dalam melakukan aktivitas selain melakukan penangkapan ikan maksudnya sakit di rumah dan meninggal itu mendapatkan asuransi sebesar 160 juta. Tetapi saat ini dengan keluarnya juknis baru, apabila nelayan meninggal karena sakit, dia hanya mendapatkan asuransi sebesar 5 juta, dan jika nelayan yang meninggal saat beraktivitas di laut tetap mendapatkan asuransi sebesar 200 juta,” jelas Yuli.

Yuli menambahkan, bahwa nelayan yang mendapatkan asuransi nelayan diterima langsung oleh ahli warisnya masing-masing, dan langsung ke kantor asuransi yakni di Jasindo.

“Masing-masing ahli waris nelayan yang meninggal maupun cacat permanen atau tetap, itu langsung ke kantor Jasindo untuk menerima asuransi nelayan itu,” tutur Yuli.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas