Home Ekonomi

Berjualan Lalampa Demi Bantu Ekonomi Keluarga

156
Sumiati, penjual lalampa di trotoar Jalan Muh Yamin untuk membantu ekonomi keluarganya. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Laporan: Fikri Alihana

BANYAK cara yang dilakukan seseorang dalam meraup pundi-pundi rezeki. Salah satunya yang dilakukan Sumiati, perempuan asal Desa Sidondo, Kabupaten Sigi, dengan rela berjualan Lalampa di Kota Palu demi membantu kebutuhan ekonomi keluarganya.

Sumiati, yang sehari-hari berjualan lalampa di Jalan Moh Yamin Kota Palu, ini mengakui bahwa dirinya mampu menghidupi kebutuhan keluarga.

Makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat Sulawesi Tengah menjadi nilai tambah dalam memperoleh keuntungan tersendiri.

Ia mengungkapkan sehari berjualan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu. Sedangkan, jumlah lalampa yang diproduksinya mencapai 190 bungkus.

“Pendapatan yang saya dapatkan terbilang cukup untuk menghidupi keluarga. Dalam satu hari bisa habis 5 liter,” ungkapnya saat ditemui Metrosulawesi, Rabu (4/3/2020).

Sementara itu, ia mengungkapkan untuk harga lalampa yang dijualnya cukup terjangkau hanya berkisar Rp5.000 untuk 3 bungkus lalampa. Dirinya mengaku kurang lebih hampir 20 tahun lamanya menggeluti pekerjaan tersebut.

“Harganya ini Rp5.000 untuk tiga bungkus. Biasa juga orang pesan 50 sampai 500 bungkus atau 10 liter beras habis, itu sudah paling tinggi orang beli,” tuturnya.

Dengan penuh semangat juang yang tinggi, wanita berusia 52 tahun ini mampu menempuh jarak dari tempat tinggalnya ke tempat ia berjualan sekitar belasan kilo meter setiap harinya dengan menggunakan kendaraan.

“Biasa ada juga orang cuman beli Rp10.000 saja dan kadang juga ada yang minta bonus kalau habis membeli lalampa,” ucapnya.

Sumiati melakukan aktifitasnya mulai pagi pada pukul 06.00 hingga sore hari. Terkadang, lalampa yang tidak laku terjual ia bagikan kepada tetangga di sekitar rumahnya.

“Yah, begitulah pendapatan saya dalam sehari, karena modal yang saya punya juga cuman sedikit. Sisa dari jualan saya yang tidak habis itu saya bagi-bagikan kepada tetangga-tetangga,” bebernya.

Kue lalampa sebenarnya hampir sama dengan olahan kue lemper hanya saja dalam penggunaan bahan isinya tidak sama. Kue lalampa menggunakan bahan isi dari daging ikan tongkol yang disuwir-suwir dan dicampur dengan santan serta bumbu rempah.

Begitu pun cita rasa dari kue lalampa sangat melezatkan dan yang pasti akan membuat orang yang mencobanya ketagihan akan cita rasa yang dihasilkan.

Ayo tulis komentar cerdas