Home Pendidikan

Irwan: Sangat Setuju UN dan USBN Dihapus

142
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, memastikan, semua jenjang SMA/SMK di Sulawesi Tengah akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebab ujian nasional ini merupakan tahun terakhir di selenggarakan.

“Saya memastikan tidak ada lagi yang ujian mengunakan kertas dan pensil, semua sekolah sudah UNBK,” kata Irwan, di Palu, belum lama ini.

Selain itu, kata Irwan, mengenai ujian kompetensi keahlian di jenjang SMK, salah satu SMK di Kota Palu yakni SMKN 3 Palu sudah akan melaksanakan ujian kompetensi lewat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sebelumnya, Irwan mengatakan, sangat sependapat dan setuju jika Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dihapus, sebab yang mengetahui persis kemampuan peserta didik adalah guru.

“Belum lama ini saya mengikuti pertemuan bersama dengan Kepala Badan Litbang dan Perbukuan Kemendikbud RI, dan dalam pertemuan itu disampaikan bahwa kebijakan penghapusan UN diganti dengan asesmen begitupun USBN itu diserahkan ke masing-masing daerah,” kata Irwan.

Bahkan kata Irwan, sudah ada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, yang diserahkan kepada pihak Disdikbud dengan sekolah untuk melakukan kebijakan itu.

“Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah merevisi Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Tahun 2019/2020. Hasil revisi tersebut tercantum dalam  Peraturan BSNP. Menurut peraturan itu, POS UN tahun pelajaran 2019/2020 sudah tidak berlaku, dan terdapat pada peraturan BSNP tidak lagi menerbitkan POS USBN,” ujarnya.

Menurut Irwan, dalam merevisi POS UN itu, BSNP mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, tentang penyelenggaraan UN dan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan. Revisi yang dilakukan oleh BSNP merupakan tindak lanjut atas amanat Mendikbud RI yang mengganti USBN menjadi ujian yang diselenggarakan oleh sekolah.

“Olehnya itu saya mengharapkan kepada pihak sekolah, agar dalam pembuatan soal harus sesuai dengan prosedur dan kaedah penyusunan soal, supaya menghasilkan soal-soal yang baik dan berkualitas sesuai standar,” katanya.

Irwan mengimbau, pihak sekolah agar menghindari penyusunan soal-soal yang bersifat plagiasi atau copy paste dari bank soal yang ada.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas