Home Sulteng

Workshop Smart Province, untuk Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas

185
PEMAPARAN - Kepala Diskominfo Provinsi Sulteng, Faridah Lamarauna, saat pemaparan workshop smart province (provinsi cerdas) menuju integrasi satu data di Aula Fakultas Teknik Untad, Kamis, 27 Februari 2020. (Foto: Dok Diskominfo)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulteng bekerjasama dengan Universitas Tadulako (Untad) melalui Fakultas Teknik menggelar Workshop Smart Province (provinsi cerdas) menuju integrasi satu data, Kamis, 27 Februari 2020.

Kegiatan dihadiri oleh para pengelola Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di masing-masing Perangkat Daerah Provinsi, Akademisi Fakultas Teknik Untad, Pemerhati IT dan Startup binaan Dinas Perindag Provinsi Sulteng yang tergabung dalam Inkubator Bisnis Maleo Techno Center.

Sebagai pemateri pertama, Kepala Diskominfo Provinsi Sulteng, Faridah Lamarauna, menjelaskan bahwa Pemprov berusaha mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya melalui penerapan smart province.

“Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut dari sisi kebijakan telah diterbitkan Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2019 yang mengatur pengadaan dan distribusi bandwith yang dipusatkan di Diskominfo Provinsi Sulteng serta pembangunan dan pengembangan aplikasi pemerintahan yang dilakukan oleh perangkat daerah setelah mendapatkan persetujuan Diskominfo,” ujar Faridah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat sumber daya manusia khususnya yang berstatus ASN dirasakan masih sangat kurang. Hal ini yang kemudian menjadi dasar dilakukannya workshop tersebut.

Adapun workshop tersebut bertujuan untuk menyampaikan kepada publik atau masyarakat hal-hal yang sudah dilakukan Diskominfo Sulteng dalam mewujudkan smart province. Kemudian untuk menerima masukan para peserta workshop mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk percepatan mewujudkan smart province.

“Tentu juga membuka peluang kerjasama kepada para stakeholder yang merupakan para pemerhati di bidang IT dalam membantu kami dalam mewujudkan smart province,” ucap Faridah.

Sementara itu, sebagai pemateri kedua, Ir. Ilyas Palantei, menjelaskan bahwa salah satu kunci dalam mewujudkan smart province perlu kesamaan platform dalam membangun aplikasi sehingga dapat saling terhubung satu sama lain.

“Untuk menjamin kesamaan tersebut maka perlu diatur dalam regulasi oleh Pemerintah di daerah,” ungkapnya.

Olehnya diharapkan para stakeholder yakni akademisi dan para pemerhati IT dapat memberikan sumbangsih untuk bersama-sama dengan Diskominfo Sulteng dalam membangun smart province untuk mewujudkan Sulawesi Tengah maju mandiri dan berdaya saing.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas