Home Donggala

Dinsos Donggala Siapkan Rp 900 Juta

705
UNJUK RASA - Warga penyintas berunjuk rasa di Kantor Dinsos Donggala, Rabu (26/2/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Penyintas bencana gempa yang mendiami Huntara Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa menggelar aksi di Kantor Dinas Sosial Donggala, Rabu (26/2/2020). Massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Korban Bencana (FMKB) Donggala menuntut Dinas Sosial agar menyelesaikan dana jaminan hidup (Jadup) para penyintas bencana.

“Kami hanya meminta kejelasan nasib warga penyintas khusunya dana jadup, tapi kami menyesali ada oknum yang tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan di tengah penederitaan warga penyintas,” kata Heri Soumena, perwakilan NCW Donggala.

Koordinator aksi Wawan Ilham di hadapan Plt Kadis Sosial menekankan agar pihak dinsos berterus terang terkait dana jaminan hidup (jadup).

“Kalau memang jadup sudah tidak ada bilang terus terang. Jangan hanya beralasan data belum lengkap, kami tidak akan tinggalkan kantor dinas sosial ini jika tuntutan kami tidak dijawab. Kami minta Plt Kadis Sosial Andi Pangeran buatkan kami surat tertulis kemudian Anda tanda tangan tekankan kapan jadup dikeluarkan agar korban bencana bisa mengetahuinya,” tekannya.

Lain halnya dengan Refli. Dia menjelaskan selama pasca bencana dinsos tidak pernah melihat langsung kondisi penyintas di huntara. Padahal posisi huntara berhadapan dengan kantor. Belum lagi pasca bencana bantuan mengalir deras dan hanya terparkir di gudang Dinsos.

“Pak Plt Kadis, komiu harus rasakan penderitaan, satu kompor dipake 12 KK, asal komiu tahu beras kami hanya dapat bantuan dari pengusaha Donggala setiap bulan dua liter per KK. Padahal bantuan mengalir dan hanya ditampung di gudang. Di sini ada wartawan boleh kita sama-sama buka itu gudang lihat isinya, karena ada oknum Dinsos malam hari mengeluarkan barang-barang dari gudang,” keluhnya.

Mendengar keluhan warga penyintas, Plt Kadis Sosial Andi Pangeran yang didampingi Kapolres AKBP Dadang Wahyudi malah menangis. Menurutnya, persoalan penderitaan warga penyintas sangat ia rasakan, sebab keluarganya juga merasakana hal sama.

“Persoalan jaminan hidup memang belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, tetapi untuk mengantisipasi hal tersebut pemda sudah menyiapkan dana jadup melalui APBD tahun ini sebesar 900 juta untuk korban penyintas. Menyangkut bantuan yang keluar masuk di gudang, saya tidak tahu, dan mintaa maaf permintaan membuka gudang kami tidak bisa penuhi, kalau pun dicurigai ada permainan di gudang, ada jalurnya kerena kami pasti diaudit juga,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas