Home Sulteng

Pegawai JR Diberi Pemahaman Risiko Kerja

158
FOTO BERSAMA- Kepala Cabang Jasa Raharja Sulawesi Tengah, Suryadi, foto bersama pemateri sosialiasi didampingi jajaran dan pegawai JR Sulteng di Palu, Sabtu, 22 Februari 2020. (Foto: Dok. JR)

Palu, Metrosulawesi.id – Jajaran pegawai PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulteng mengikuti sosialisasi Business Continuity Management (BCM), Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), serta Pembinaan Manajemen Risiko di Palu, Sabtu, 22 Februari 2020.

Sosialisasi yang dibawakan oleh TIM MRTP dan Umum Kantor Pusat dihadiri Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) Sulteng, Suryadi, dan unsur Kepala Unit di lingkungan Jasa Raharja Sulteng.

Kacab Suryadi menjelaskan sosialiasi dilaksanakan untuk memberikan pembinaan dan pemahaman kepada jajarannya terkait risiko dalam unit kerja. Tujuannya untuk mengenali berbagai macam risiko yang dihadapi atau akan dihadapi oleh perusahaan.

“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pegawai Kantor Cabang dan Samsat terdekat yang bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pegawai tentang risiko dalam unit kerja,” ucap Suryadi.

Diharapkan melalui pembinaan dan pemahaman risiko di perusahaan BUMN ini dapat melindungi manajemen agar tidak menghasilkan kebijakan yang bisa merugikan perusahaan maupun masyarakat.

Sebagaima diketahui, Jasa Raharja sendiri merupakan BUMN yang diamanahkan untuk menyelenggarakan perlindungan dasar sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Salah satu tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan alat angkutan umum darat, laut dan udara dan korban kecelakaan lalu lintas jalan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar.

Sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017, bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja harus menyerahkan hak santunan duka sebesar Rp50 juta.

Demikian pula untuk korban lakalantas dengan kondisi cacat tetap diberikan santunan sebesar Rp50 juta. Sementara korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp20 juta. Syarat pembayaran santunan duka yakni melampirkan laporan kepolisian, ahli waris harus jelas dengan memperlihatkan foto kopi kartu keluarga, foto kopi KTP, dan buku nikah, serta memiliki rekening. Apabila ahli waris korban tidak memiliki rekening, petugas Jasa Raharja akan membantu proses pembukaan rekening.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas