H Kamaruddin. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejumlah Madrasah Aliyah (MA) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Palu tengah melakukan persiapan dengan melaksanakan simulasi UNBK.

Misalnya MTs Negeri 3 Palu, tahun ini melaksanakan simulasi UNBK di MAN 2 Palu, karena belum bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Diketahui, sekolah ini terdampak likuefaksi pada bencana 28 September 2018.  

Tahun ini, peserta UNBK MTsN 3 Palu berjumlah 211 peserta didik. Simulasi UNBK dibagi menjadi tiga sesi, pelaksanaannya pun berjalan lancar.

Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Kamarudin, mengatakan, tahun ini, seluruh Madrasah melaksanakan UNBK. Meskipun pada 2018 lalu terjadi bencana pada beberapa wilayah di Sulteng, tetapi para Kepala Madrasah tetap berupaya mensukseskan pelaksanaan UNBK itu.

“Bahkan sekarang ini tidak tersedia lagi pembiayaan khusus untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas dan pensil,” jelas Kamarudin.

Kamarudin mengatakan, pada prinsipnya, seluruh Madrasah, khususnya negeri maupun swasta siap melaksanakan UNBK. 

“Bahkan Madrasah yang terdampak bencana likuefaksi seperti MTsN 3 Palu tetap malaksanakan UNBK, meskipun mereka masih menumpang di sekolah lain, tetapi ada upaya dari sekolah itu agar tetap melaksanakan UNBK, olehnya itu kami sangat mengapresiasi upaya itu,” ujarnya.

“Saat ini sejumlah madrasah mulai intens memberikan pembekalan kepada peserta didiknya, seperti tambahan jam pelajaran pada sore hari (les), atau belajar kelompok. Semua itu dilakukan agar para siswa memiliki kepercayaan diri untuk mengikuti UN,” katanya.

Kamarudin berharap, sekolah memiliki target, agar para peserta didiknya bisa meraih nilai terbaik, minimal, bisa prestasi siswa bisa meningkat tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas