PRESENTASI - Abdurahman, saat melakukan presentasi di hadapan anggota DPRD Kota Palu. (Foto: Hamdi/ PE)
  • Umang: Isnyaallah Merespon Gempa Hingga 9 Skala Richter

Palu, Metrosulawesi.id – Perjuangan management PT Citra Nuansa Elok (CNE) untuk membangun kembali gedung Mall Tatura Palu berbuah manis. Hari ini,  Kamis, 20 Februari 2020, Direksi PT CNE memulai pembangunannya dengan ceremony peletakan batu pertama.PT CNE membangunnya dengan nama baru, New Mall Tatura (NTM).

Team Leader PT Aditama Karya Enggineering and Consultant, Abdurrahman, dalam paparannya dihadapan DPRD Palu, Rabu, 19 Februari 2020, menjelaskan sejumlah hal teknis terkait konstruksi gedung NTM.

Menurut dia, pihaknya telah mengikuti segala arahan dalam regulasi yang berkaitan dengan konstruksi gedung sekelas mall. Salah satu yang menjadi penekanan regulasi adalah ketahanan gedung untuk merespon goncangan gempa hingga 9 skala richter.

“Kami mengikuti semua ketentuan terkait konstruksi. Insyaallah mall baru nanti merespon gempa sampai dengan 9 skala richter ke atas,”jelas Umang, sapaan akrabnya.

Dengan begitu, gedung baru nantinya juga bisa menjadi titik kumpul evakuasi ketika misalnya terjadi gempa. Dia menjelaskan, material dinding NTM tidak akan menggunakan batu bata ataupun batako, seperti pada bangunan sebelumnya, melainkan akan menggunakan material kaca.

Dalam pandangan ahli kontruksi, material kaca dianggap lebih dapat mereduksi kekuatan goncangan  terhadap gempa ketimbang batu bata ataupun batako. Nantinya juga akan disediakan tiga tangga darurat.

“Kami mau sampaikan bahwa ketika terjadi gempa setahun lalu, justru runtuhan dinding bangunan yang menimpa pengunjung,”paparnya.

Selanjutnya, mengenai zona rawan, Unang menyebut, lokasi NTM berada sejauh 3 kilometer dari titik sesar atau patahan. Oleh kalangan perencana konstruksi, menurutnya, 3 kilometer adalah jarak yang aman.

Sementara untuk mengurangi potensi likuefaksi, pihaknya telah melakukan rekayasa konstruksi bangunan, yang diawali dengan proses sondir, booring, maupun uji geolistrik.

“Rekayasa salahsatunya adalah dengan menambah panjang tiang pancang bangunan sepanjang 15 meter ke dalam tanah dari lantai paling dasar,”jelasnya.

Dalam presentase rencana pembangunan, juga dikemukakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan untuk pembangunan NTM.

Sebagaimana presentase PT CNE, di hadapan DPRD Palu, bahwa pembangunan ini akan menelan biaya sebesar Rp379,2 miliar lebih.

Dengan rincian persiapan lapangan Rp1milyar lebih, pekerjaan struktur Rp124,2milyar lebih, pekerjaan arsitektur sebesar Rp117,1milyar lebih, pekerjaan MEP Rp91,5milyar lebih, perizinan dan lain-lain sebesar Rp4milyar, termasuk bunga masa kontruksi sebesar Rp41,2milyar lebih.

Komposisi pembiayaan proyek berasal dari sumber pembiayaan antara lain, dana pinjaman sebesar Rp250 miliar atau 64 persen, serta dana sendiri sebesar Rp129,2milyar lebih atau 38persen. Kredit investasi sebesar Rp208,7milyar lebih dan kredit investasi IDC sebesar Rp41,2milyar lebih, dengan total kredit sebesar Rp250milyar. (*)

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas