Home Politik

Cudi: Sabar Ya Hadapi Cobaan

225
BANTUAN NASDEM - Ketua Tim Pemenangan Rusdy-Ma'mun, Nilam Sari Lawira (kanan) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Sidoarjo, Tolitoli, Selasa 18 Februari 2020. (Foto: Ist)
  • Nasdem dan Pertamina Bantu Korban Kebakaran Tolitoli

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Ketua Tim Pemenangan Rusdy-Ma’mun, Nilam Sari Lawira, menyerahkan ratusan paket sembako pada korban kebakaran Sidoarjo saat tiba di Kabupaten Tolitoli, Selasa 18 Februari 2020.

Ratusan paket sembako itu diserahkan Nilam Sari Lawira didampingi Rusdy Mastura, Calon Gubernur Sulawesi Tengah pada ratusan korban, di lokasi pengungsian, Ruang Tunggu Pelabuhan Laut Dede, di kelurahan Sidoarjo.

“Saya bisa memahami apa yang telah menimpa saudara-saudaraku di sini. Saat ini kita harus bersabar, ini cobaan yang berat. Bantuan ini adalah untuk mengurangi beban saudaraku dari Partai Nasdem,” ujar Nilam Sari Lawira.

Kepada Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah itu, seorang ibu yang menjadi korban menceritakan dukanya.

“Tidak ada lagi yang tersisa nak, semua habis terbakar,” ungkapnya.

Sementara itu, Rusdy Mastura saat menjabat tangan korban, berjanji akan menyampaikan semua masalah yang ditemukannya pada Bupati Tolitoli dan bertekad akan membangun kembali rumah-rumah korban jika kelak terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saya akan bicarakan ini dengan Bupati. Kalau saya Insya Allah jadi gubernur. Masalah pertama yang harus di atasi adalah perumahan korban,” ujar Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudi itu.

Kepada seluruh korban, Rusdy Mastura meminta untuk bersabar menghadapi musibah yang mereka hadapi.

“Sabar ya hadapi cobaan. Yang penting kita selamat semua. Harta boleh dicari lagi,” ujar Rusdy Mastura dengan mata berkaca.

Bantuan Pertamina

PT Pertamina menyalurkan bantuan berupa peralatan sekolah kepada 197 pelajar korban kebakaran di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Hatim Ilwan saat di hubungi dari Palu, Selasa mengatakan bantuan pendidikan itu sebagai bentuk keprihatinan Pertamina atas musibah kebakaran pada awal Februari lalu yang menghanguskan sekitar 400 rumah di kawasan pemukiman padat penduduk Kota Tolitoli.

“Bantuan itu di serahkan langsung kepada siswa-siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang menjadi korban peristiwa kebakaran,” ucap Hatim.

Di antara korban tersebut, tidak sedikit dari mereka adalah keluarga yang putra-putrinya masih berstatus sebagai pelajar. Sebagian dari mereka kehilangan perlengkapan sekolah sebagian lainnya tidak ada yang tersisa. Atas dasar tersebut itu lah Pertamina tergerak untuk memberikan bantuan kepada mereka.

“Penyaluran bantuan dilakukan rekan-rekan Pertamina yang berada di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Toli-Toli pada Senin (17/2),” kata Hatim menambahkan.

Dia menjelaskan, hal itu merupakan tindakan nyata dari program Pertamina Peduli, dengan harapan para korban kebakaran tidak berkecil hati dan tetap semangat menuntut ilmu.

Pertamina salah satu perusahaan di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang di mandatkan pemerintah pusat menangani energi minyak bumi dan gas memiliki tanggung jawab sosial melalui sejumlah program mereka, salah satunya program Pertamina Peduli.

Saat bencana gempa, tsunami dan Likuefaksi yang memorakporandakan tiga daerah di Sulawesi Tengah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala 28 September 2018, Pertamina juga turut serta menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan hidup korban bencana.

“Pertamina menyerahkan alat tulis, tas sekolah kepada 197 siswa SD, SMP dan SMA dan di saksikan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Toli-Toli, ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Toli-Toli Hatipah A Kirab menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Pertamina dan diharapkan bantuan diserahkan kepada siswa-siswinya dapat bermanfaat serta memotivasi mereka agar lebih giat belajar.

“Atas nama pemerintah, kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pertamina atas kepeduliannya terhadap siswa-siswi kami,” demikian Hatipah. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas