Moh Rizal. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Disebabkan akibat kemarau panjang yang melanda Kota Palu beberapa bulan terakhir ini, membuat penyusutan air di permukaan sungai mencapai 70 persen. Sehingga, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Uwe Lino Donggala cukup kesulitan menyuplai air ke warga.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bagian Tehnis PDAM Uwe Lino Donggala, Moh Rizal saat ditemui Metrosulawesi di kantornya Jalan I Gusti Ngurahrai, Jumat 14 Februari 2020.

“Sumber air sudah cukup rendah, apalagi sungai dalam juga ikut menyusut,” ujarnya.

Ia mengatakan sumber air dari permukaan sungai semakin hari menurun. Sehingga, berdampak dan mempengaruhi kepada pelanggan khususnya yang ada di Kota Palu.

“Yang biasanya suplai air setiap hari selama 24 jam. Tapi, sekarang debit air sungai menyusut, maka kita jadwalkan ada yang dua hari sekali baru dapat air,” katanya.

Terkait dengan keluhan warga yang ada di BTN Lasoani, ia mengungkapkan itu dipengaruhi juga dengan kurangnya kapasitas debit air di sungai Tamutu di wilayah Kawatuna.

“Sejak Januari sudah sangat menurun sekali aliran air sungai di Kawatuna. Dan banyak di daerah BTN Lasoani tidak mendapatkan air karena itu,” ungkapnya.

Ditambah lagi, kata dia, diperparah dengan kerusakan pada mesin pompa air. Namun, pihaknya telah memasang kembali mesin tersebut. Walaupun debit air menurun, sedikitnya bisa membantu mengairi beberapa rumah warga di wilayah itu.

“Tapi, hari senin kemarin sudah kami pasang kembali untuk mesin pompa yang rusak. Dan setidaknya bisa bantu 1.000 KK di sana walau hanya sedikit kapasitas air,” katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, untuk proyek SPAM di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) itu ditangani pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III. Sedangkan, menurutnya PDAM Uwe Lino Donggala hanya sebagai operator.

“Dan informasi yang saya dapat bahwa di tahun ini masih dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau masih dalam rencana Pekerjaan Konstruksi. Kami hanya sebagai operator saja yang tangani itu pihak dari Balai Wilayah Sungai,” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas