Home Palu

Kapasitas Satgas Anti Narkoba akan Ditingkatkan

224
SAMBUTAN - Kepala Disdikbud Palu Ansyar Sutiadi, dan Kepala BNN Kota Palu, AKBP Abire Nusu, saat memberikan sambutan di kegiatan Penguatan Satgas Anti Narkoba, di SMPN 11 Palu, Rabu, 12 Februari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Palu menggelar pertemuan membahas penguatan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba. Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Abire Nusu, di SMPN 11 Palu, Rabu, 12 Februari 2020.

Ansyar mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, Satgas Anti Narkoba yang telah dikukuhkan beberapa waktu lalu di jenjang SMP masih memiliki kekurangan, sebab menurut BNNK Palu, pengguna narkoba di kalangan pelajar masih tinggi.

“Olehnya itu, saya melakukan diskusi dengan Kepala BNNK Palu, dan ternyata setelah kami berdiskusi, ada yang kurang, yakni peningkatan kapasitas dari Satgas Anti Narkoba itu,” kata Ansyar. 

Ansyar mengatakan, kemampuan Satgas Anti Narkoba ini diharapkan akan menjadi teman para pelajar di sekolah untuk membentengi mereka dari narkoba.

“Sehingga ketika pelajar itu keluar di lingkungan keluarga dan bermain atau bergaul, mereka memiliki pengetahuan untuk menolak barang tersebut. Jangan sampai Satgas Anti Narkoba ini menjadi provokator dalam penyalahgunaan narkoba. Olehnya itu kita perlu melakukan peningkatan kapasitas,” ungkapnya.   

Sementara itu, Kepala BNNK Palu, AKP Abire Nusu, mengatakan, sesuai hasil penelitian LIPI, Provinsi Sulawesi Tengah masuk urutan keempat, dan Kota Palu masuk urutan pertama se-Sulteng dalam peredaran narkoba, bahkan ada peningkatan jumlah pengguna yang direhab.

“Sumber asal barang narkoba rata-rata berasal dari Kota Palu. Jika orang ditangkap, misalnya dari Banggai, rata-rata mengaku ambil barang dari Palu. Begitu pun di Poso, ada yang mengaku mengambil barang dari sini, sehingga dikatakan bahwa peredarannya dari Palu, dan saya juga tidak pungkuri,” katanya.

Olehnya itu, Abire berharap, ada dukungan dari semua instansi untuk berperan masing-masing dalam mengawasi stafnya. Selain itu juga, Lurah dan Camat bisa berperang terhadap peredaran narkoba, dan mengajak masyarakat menjauhi narkoba.

“Begitu pun orang tua murid, harus bisa mengawasi anaknya, sebab sasaran para pengedar saat ini masuk ke kalangan pelajar, dan ini perlu diwaspadai oleh kita semua, khususnya para guru, kepala sekolah, orang tua murid dan lainnya, untuk menjaga generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Abire mengatakan, hal ini menjadi tantangan bagi Sulteng maupun Kota Palu untuk bisa menurunkan presentase yang jelek itu.

“Maka dari itu, Satgas Anti Narkoba di SMP ini akan kami bina dan diberi pemahaman tentang narkoba, agar mereka ini bisa berperan di lingkungan sekolah, sehingga dapat mencegah narkoba masuk dalam lingkungan sekolah,” katanya.

Abire mengaku, akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Disdikbud Palu terkait pembinaan terhadap Satgas Anti Narkoba ini.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas