Home Palu

Dua Pemerhati Buaya Asal Australia Bergabung dengan Tim BKSDA

198
Warga menjadikan sekawanan buaya yang berjemur di tepi sungai sebagai objek swafoto, Senin 10 Februari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Upaya evakuasi buaya berkalung ban di Sungai Palu masih terus dilakukan. Pemerhati buaya asal Australia pun bakal turut dalam upaya melepaskan ban dari leher buaya berukuran besar itu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Haruna memastikan dua pemerhati buaya asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson bergabung dengan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah untuk membantu upaya penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu.

Dua pemerhati reptil asal Australia itu bergabung dengan tim evakuasi buaya muara tersebut berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan Direktur KKH kepada Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah dengan Nomor S.110/KKH/MJ/KSA 2/02/2020 tangg 10 Februari 2020.

“Setelah berkonsultasi dengan Direktur KKH Kementerian LHK, maka mereka diperkenankan segera bergabung dengan tim,” ungkap Haruna, Senin 10 Februari 2020, di Kantor BKSDA Sulteng.

Kata dia, seluruh tim berada di bawah kendali operasi Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah Hasmuni.

Ia pun berharap kedua pemerhati buaya asal Australia itu dapat mempercepat proses penyelamatan buaya berkalung ban. Sebab, menurut Haruna, belum ada kejelasan mengenai batas waktu bagi mereka untuk berada di Kota Palu.

“Kami tengah mempersiapkan kembali peralatan serta strategi, untuk memaksimalkan waktu dengan bantuan para ahli itu,” kata dia.

Namun dia belum bisa memastikan kapan tim akan kembali melakukan upaya evakuasi buaya yang diperkirakan berukuran panjang sekitar 4 meter itu.

Saat ini, Matthew Nicolas Wright atau yang lebih populer dengan nama Matt Wright itu masih berada di Jakarta. Ia dipastikan akan bergabung dengan tim untuk segera melakukan upaya evakuasi dan melepas ban di leher buaya muara setibanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Selain itu, salah seorang pemerhati reptil lainnya yang juga berasal dari negara Australia, Corey juga mengaku siap membantu tim untuk melepas ban dari leher buaya. Corey bersama rombongannya pada siang kemarin menyempatkan melihat situasi di muara Sungai Palu. Lokasi buaya berkalung ban kerap menampakkan diri.

“Jika dibutuhkan, saya akan membantu,” ungkap Corey.

Ia mengaku siap membantu upaya evakuasi buaya berkalung ban jika diizinkan oleh pihak terkait, yakni BKSDA dan pemerintah setempat.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas