Home Hukum & Kriminal

Ahli Waris WH Rungkat Sebut Robby Chandra Ceroboh

256
SIDANG - Salah satu ahli waris WH Rungkat, Frice Rungkat, saat mengikuti sidang perdata sengekata tanah di jalan masjid raya Palu, Senin, 10 Februari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Firmansyah Badjoki)
  • Perkara Sengketa Tanah di Jalan Masjid Raya Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Sidang replik penggugat keluarga WH Rungkat, atas jawaban tergugat Robby Chandra, terkait perkara perdata sengketa tanah di Jalan Masjid Raya Palu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Senin, 10 Februari 2020.

Agenda sidang kali ini mendengarkan jawaban penggugat, melalui kuasa hukum keluarga ahli waris WH Rungkat, ke pihak tergugat Robby Chandra. Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hj Aisa Mahmud SH MH.

Kuasa Hukum penggugat, Welly Rungkat SH, kepada Metrosulawesi, mengatakan, menolak tegas jawaban terlawan, dan tetap pada gugatan terlawan sebelumnya.

Kata dia, penggugat sebagai pihak ketiga punya kepentingan dan hak atas objek sengketa yang belum dibagi warisnya milik WH Rungkat dan Deetje Elsje Massie, yang tidak lain adalah  ayah dan ibu tergugat.

“Sebagai anak, mempunyai hak atas objek sengketa sebagai tanah warisan  yang belum dibagi waris, karena ahli warisnya bukan hanya turut tergugat,” ungkapnya kepada media ini, Senin, 10 Februari 2020.

Dia menambahkan, objek sengketa batas-batasnya tidak sesuai seperti terurai dalam putusan perkara perdata nomor 140/Pdt.G/2017/PN Pal, jo perdata nomor 46/PDT/2018/PT Pal, jo putusan nomor 1941K/PDT/2019, tetapi yang benar adalah, batas objek sengketa sebagaimana terurai dalam gugatan perkara in casu perdta nomor 111/PDt.Bth/2019/PN Pal.

“Karena batas-batas objek sengketa terurai dalam putusan perdata nomor 140/Pdt.G/2017/PN Paljo perdata nomor 46/PDT/2018/PT Pal jo, putusan berbeda dengan batas sebenarnya, sehingga objek perkaranya tidak dapat di eksekusi, itulah sebabnya tergugat mengajukan gugatan terlawan,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, penggugat Robby Chandra adalah pembeli ceroboh menurut putusan Mahkamah Agung nomor 1816 K/Pdt/1989, sesuai kaidah hukum, dimana pembeli tidak dapat dikualifikasikan sebagai pembeli yang beritikad baik, karena pembelian dilakukan ceroboh.

“Sebab pada saat pembelian, dirinya (Robby Chandra) sama sekali tidak meneliti hak dan status para penjual atas tanah terperkara tersebut, karena itu tidak pantas dilindungi dalam transasksi,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas