Home Palu

Suara Riuh Sebabkan Buaya Enggan Muncul

236
BELUM BERHASIL - Hari kedua penyelamatan buaya berkalung ban di sungai Palu, tim BKSDA Sulteng dan Ditpolairud Polda Sulteng menggunakan jaring khusus, Jumat 7 Februari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Hari Kedua, Tim Gunakan Jaring Khusus

Palu, Metrosulawesi.id – Memasuki hari kedua pencarian dan penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, belum membuahkan hasil, Jumat 7 Februari 2020.

Tim penyelamat terdiri atas Balai BKSDA Sulteng dan NTT, bekerja sama dengan Ditpolairud Polda Sulteng, serta tim dari Kementrian LHK, sejak pagi hari sudah fokus upaya penyelamatan di sekitar Jembatan II Palu. Pencarian dilakukan di tempat itu karena sejak pagi buaya tersebut, sudah menampakkan diri di bekas bongkahan tembok.

Di hari kedua pencarian buaya berkalung ban, tim menggunakan jaring. Jaring tersebut dipasang membentang dari pinggir sungai sebelah barat ke tipur, di lokasi tempat buaya itu sering kali menampakkan diri.

“Kami tetap optimis dapat menangkap dan menyelamatkan buaya ini,” kata Kepala Seksi Konservasi BKSDA Sulteng, Haruna.

Pemasangan jaring dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Jaring yang digunakan merupakan jaring khusus yang terbuat dari tali nilon berukuran besar, dan dipasang melingkari bongkahan tembok tempat dimana reptil malang itu sering muncul.

Sempat sekali tim mencoba menangkap buaya tersebut dengan cara menancapkan alat sperti tombak yang dibernama Harpun, untuk melekatkan tali ke badan buaya, dan melemparkan jaring kecil untuk menghambat pergerakan buaya itu. Namun, karena kuatnya gerakan buaya dan tidak tertancap bagus harpun di badan buaya, reptil yang sejak 2016 itu sudah berkalug ban, kembali lolos.

Sebenarnya, sempat beberapa kali buaya tersebut menampakkan diri di dekat tim. Namun karena suara riuh warga, buaya itu kembali menyelam.

“Mohon pak jangan ribut, karena buayanya akan kabur lagi, dan itu menyulitkan tim,” ucap seorang petugas Kepolisian yang berjaga di lokasi tersebut.

Namun, tetap saja ratusan warga yang datang menyaksikan proses penyelamatan itu. Malah ada beberapa warga yang mencoba mendekati bibir sungai, di mana di lokasi itu juga terlihat ada beberapa ekor buaya lainnya.

Setelah beberapa jam menunggu. Tiba-tiba buaya berkalung ban muncul. Sayangnya kemunculannya cukup jauh dari jaring yang dipasang. Tim terpaksa kembali memutar otak untuk menangkap hewan yang di kenal lihai bergerak di dalam air tersebut.

Hingga pukul 13.30 WITA, proses penyelamatan buaya berkalung ban itu masih berlanjut, banyaknya warga yang menonton proses tersebut dari sisi dua sungai Palu, sedikit menghambat proses tersebut, karena sang predator takut menampakan diri.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas