Home Ekonomi

Investasi di Sulteng Diprediksi Masih Meningkat

BERI KETERANGAN - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah Shandra Tobondo saat memberikan keterangan. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Realisasi investasi 2019 di Sulawesi Tengah mencapai Rp31,51 triliun, meningkat sebesar 45,21 persen dibandingkan dengan Tahun 2018 yang hanya mencapai Rp21,7 triliun serta melebihi dari target yang ditetapkan untuk tahun 2019 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang sebesar Rp20,08 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah Shandra Tobondo memprediksi tahun ini investasi di Sulawesi Tengah akan kembali meningkat, terutama pada sektor industri.

“Semua sektor pasti ada peningkatan, dan saya prediksi masih di industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya masih mendominasi seperti di tahun 2019,” ungkap Shandra kepada Metrosulawesi, Kamis 6 Februari 2020.

Meski begitu, DPMPTSP belum memiliki data lengkap terkait rencana investasi yang bakal masuk di Sulawesi Tengah pada 2020 ini. Shandra mengaku masih menunggu stock investasi dari pihak BKPM.

Tahun lalu, peringkat realisasi investasi Provinsi Sulawesi Tengah berhasil masuk dalam 10 besar se-Indonesia yaitu di Peringkat ke-8. Capaian itu lebih baik dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-11.

Untuk kawasan timur Indonesia, dua tahun terakhir ini peringkat realisasi investasi Provinsi Sulawesi Tengah selalu menempati peringkat pertama.

Berdasarkan lokasi proyek dengan nilai realisasi terbesar (lima besar) yaitu Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Poso, Banggai dan Kota Palu.

Kata dia, lima negara teratas dengan nilai realisasi investasi terbesar di Tahun 2019 yaitu Tiongkok sebesar Rp21,77 triliun (80 persen), Hongkong Rp2,42 triliun (9 persen), Singapura Rp2,12 triliun (8 persen), Taiwan Rp230,84 miliyar (1 persen), dan Korea Selatan Rp227,48 miliyar (1 persen).

Sementara berdasarkan sektor usaha, ada lima sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar di Tahun 2019, yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp19,83 triliun (50 persen), listrik, gas dan air Rp6,33 triliun (20 persen), tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,20 triliun (7 persen), perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp1,04 triliun (3 persen) serta industri kimia dan farmasi Rp1,03 triliun (3 persen).

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas