PUTUSAN - Terdakwa korupsi RSUD Pratama Moutong, Wirna Edward Hanapi, saat mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Palu, Selasa 4 Februari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Firmansyah Badjoki)
  • Terkait Korupsi RSUD Pratama Moutong

Palu, Metrosulawesi.id – Mantan Bendahara Pengeluaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Moutong, Wirna Edward Hanapi, yang sedang hamil sembilan bulan, pingsan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Palu, beberapa saat setelah majelis hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepadanya, Selasa, 4 Februari 2020.

Tak membuang waktu, petugas langsung mengotong Wirna masuk ke ruang tunggu ramah anak, guna mendapat perawatan.

Ketua Majelis Hakim, Ernawaty Anwar menjatuhkan vonis pidana 4 tahun penjara, membayar denda Rp 200 Juta, subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum untuk membayar uang pengganti Rp249, 9 juta, dan uang telah disita dari beberapa saksi sebesar Rp10.6 juta, subsider 2 bulan penjara.

Putusan hakim ini, lebih rendah dari tuntutan jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa pidana 5 tahun penjara.

Wirna terdakwa dugaan korupsi penyelewengan dana pembayaran gaji honorer dan dokter PTT di RS Pratama Moutong (Sekarang berganti nama menjadi RS Bulue Nopoae) 2017.

“Terdakwa Wirna Edward Hanapi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi,” demikian amar putusan dibacakan ketua majelis hakim Ernawaty Anwar, didampingi hakim anggota Bonafasius dan Darmansyah.

Mantan Bendahara Rumah Sakit (RS) Pratama Moutong, Wirna Edward Hanapi merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana honor tenaga kesehatan di RS Pratama Moutong tahun 2017.

Selama menjabat sebagai bendahara, terdakwa melakukan dugaan korupsi dengan cara memotong gaji seluruh tenaga honor kesehatan, baik perawat hingga dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) di RS Pratama Moutong, bahkan tidak menyalurkannya kepada yang berhak menerima.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas