Home Palu

BKSDA Tutup Sayembara Buaya Berkalung Ban

355
PERLU BANTUAN - Inilah kondisi buaya yang hidup di Sungai Palu, yang terlilit ban sepeda motor. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, untuk menyelamatkan seekor Buaya yang terlilit sebuah ban, melalui sayembara berhadiah, ternyata tak membuahkan hasil.

BKSDA kini mengambil langkah strategis dengan akan menerjunkan tim khusus dari Jakarta.

Sayembara yang dilakukan pihak BKSDA Sulawesi Tengah, yang sejak beberapa hari lalu diumumkan itu, ternyata tidak mendapat respon serius dari masyarakat kota Palu. Terbukti hingga Minggu 2 Februari 2020, belum ada satu pihak pun yang menyatakan siap terjun ke sungai Palu, dimana buaya tersebut hidup, untuk melepaskan lilitan ban motor di hewan reptil tersebut.

Maka dari itu, pihak BKSDA Sulteng, memutuskan untuk menutup sayembara tersebut, pada Senin 3 Fabruari 2020.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Hasmuni Hasmar, di sela-sela meninjau lokasi yang selama ini menjadi tempat buaya berkalung ban menampakkan diri, menyampaikan kepada sejumlah awak media bhaw pihaknya akan mengambil langkah lain setelah upaya sayembara tidak berhasil.

“Senin 3 Februari 2020, sayembara untuk melepaskan Buaya dari lilitan Ban kami tutup,” ucapnya.

Hasmuni Hasmar juga mengatakan bahwa, pihaknya sudah berkonsultasi dengan Direktur Jenderal Konservasi Keanekaragaman Hayati, untuk menyiapkan tim khusus dan peralatannya, untuk diberangkatkan ke Palu, guna membebaskan Buaya tersebut dari lilitan Ban.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Direktur Jenderal Konservasi Keanekaragaman Hayati, untuk menyiapkan tim khusus dan peralatannya, untuk membebaskan buaya tersebut,” tegasnya.

Saat di tanya kapan rencana tim tersebut datang, Hasmuni menjelaskan bahwa Tim penyelamat buaya yang akan dikerahkan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan tiba di Kota Palu, pada Selasa 4 Februari 2020.Namun dirinya masih merahasiakan strategi yang akan dilakukan oleh tim penyelamat buaya tersebut.

“Rencananya Tim akan datang pada Selasa 4 Februari 2020, dan untuk strateginya, nanti akan saya sampaikan,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas