Home Sulteng

Huntap Masih Terkendala Air dan Lokasi

199
BAHAS PEMULIHAN - Suasana rapat membahas perkembangan pembangunan pemulihan dampak bencana di ruang kerja gubernur Sulteng, Jumat 31 Januari 2020. (Foto: Humas Pemprov)
  • Bupati dan Wali Kota Diminta Terbitkan SK Penghuni Huntap

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menerima laporan perkembangan pembangunan pemulihan dampak bencana dari Kepala Satgas PUPR, Dedy Permadi dan World Bank di ruang kerjanya, Jumat 31 Januari 2020.

Di hadapan gubernur, Kepala Satgas Bencana Sulteng Dedy Permadi, melaporkan beberapa kendala terkait pembangunan sejumlah fasilitas pascabencana. Seperti pembangunan hunian tetap (huntap) di Pombewe, pihaknya sangat kesulitan mencari air bersih. Sementara di Kelurahan Duyu katanya, pembangunan huntap terkendala lokasi, yang mendapat komplain dari masyarakat.

Masalah lainnya lanjut Dedy, adalah lokasi huntap belum sinkron dengan sistem pemkinan kota. Ini terkait dengan drainasenya. Dia berharap kepden huntap masuk pada sistem pemukiman perkotaan dengan ketersediaan sanitasi yang baik, dan ketersediaan TPA dan fasilitas umum.

Pada kesempatan itu kepada gubernur, Dedy meminta keseriusan bupati dan Walikota Palu untuk menerbitkan SK kepada masyarakat yang akan menempati rumah huntap, Huntap Satelit dan huntap Mandiri.

“Supaya jelas berapa kebutuhan yang harus disiapkan, dan perlu ada kepastian dari pemerintah terkait dengan bagaimana status tanah masyarakat yang berada di zona ZRB,” kata Dedy.

Terkait dengan pembangunan gedung lanjut Dedy, perlu dukungan Andal dan Andal Lalin.

“Kiranya dapat didukung oleh Pemda dalam penyusunannya dan kepastian,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Longki meminta agar hal-hal yang menjadi kendala tersebut disampaikan secara tertulis, supaya menjadi dasar Pemerintah Provinsi untuk menindaklanjuti ke Wali Kota Palu dan Bupati.

Gubernur sangat mendukung PUPR dapat menggandeng Ombusdment untuk mendampingi. Dan gubernur menyampaikan akan terus melakukan evaluasi dan memonitoring seluruh kegiatan percepatan pemulihan dampak bencana agar dapat terlaksana sesuai progress yang sudah ditetapkan.

Seperti diketahui, pembangunan huntap di daerah terdampak bencana dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, PUPR akan membangun sebanyak 1.610 unit huntao. Tahap kedua, sebanyak 7.178 Unit. Dan Buddha Suzhi 3.000 unit. Sehingga bisa terpenuhi sebanyak 11.788 unit huntap sesuai kebutuhan yang sudah ditetapkan Gubernur.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas