KECELAKAAN TUNGGAL - Ini minibus yang ditumpangi santri dari Pondok Pesantren Gontor. Body mobil penyot tak terbentuk setelah mengalami kecalakaan tunggal di di Dusun Pasau, Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir, Kamis 30 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Mobil mini bus yang ditumpangi para santri pondok Pesantren moderen Gontor, Poso, mengalami kecelakaan tunggal di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Dusun Pasau, Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir (Poros Poso–Parigi), sekitar 30 km dari Kota Poso.

Kamal salah satu saksi yang melihat kejadian itu mengatakan, kendaraan yang ditumpangi puluhan santri dari arah Tokorondo menuju dusun Pasau terlihat oleng.

“Sementara kondisi mobil minibus kecepatannya tinggi, mungkin karena begitu tinggi kecepatan dan saat membelok posisi kendaraan sudah oleng, hingga akhirnya terbalik,” jelas Kamal.

Kapolres Poso AKBP Darno mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecalakaan tunggal mini bus tersebut.

“Mungkin saja sopir lengah hingga kendaraan tersebut mengalami kecelakaan. Semua ini masih terus diselidiki,” katanya.

“Apakah sopir menjadi tersangka, semua masih terus dilakukan pemeriksaan termasuk saksi-saksi yang melihat terjadinya laka tunggal,” tambah Kapolres.

Yang penting saat ini lanjut Kapolres, adalah membawa para korban ke rumah sakit, agar segera mendapatkan perawatan serius.

Saat ini kata Kapolres sopir Farhan Mohammad juga mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.

Data yang diterima, para santri wanita menumpang bus pesatren untuk mengikuti kegiatan pramuka yang digelar di pantai Desa Tiwa’a, Poso Pesisir.

Sebanyak 15 santri dari 20 yang menumpang bus naas itu sudah dilarikan ke RS Poso untuk mendapat perawatan. Lima santri di antaranya dirawat di Puskesmas Tokorondo.

Tidak ada korban jiwa. Namun mereka mengalami luka-luka dan kini dalam perawatan intensif RSU Poso, kemungkinan ada dari mereka yang patah tulang akibat benturan saat terjadinya kecelakaan.

Reporter: Syaipul Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas