Home Palu

TPA Darul Quran Darunaim Target Lahirkan 1.000 Hafiz

321
BELAJAR - Sejumlah santri saat belajar membaca Al-Quran pada TPA Darul Quran Darunaim, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Darul Quran Darunaim yang berada di jalan Basuki Rahmat, Kota Palu, menargetkan 1000 hafiz akan lahir di Kota Palu. Meskipun target itu belum tercapai tahun ini, tetapi pendiri TPA itu optimis akan melahirkan seribuan hafiz di Palu.

TPA Darul Quran Darunaim didirikan oleh Syamsuddin (30 tahun), seorang pemuda asal Kota Sidrap Sulawesi Selatan. Meskipun TPA tersebut masih tergolong baru di Palu, berdiri sejak 2017, tetapi saat ini telah memiliki ratusan santri.    

Syamsuddin mengatakan, awalnya jumlah santri di TPAnya berjumlah 10 orang, tetapi atas tekad dan komitmennya, orang tua semakin sadar dengan program-program di TPA tersebut, sehingga setiap tahunnya animo masyarakat meningkat untuk belajar Al-Quran di TPA yang dipimpinnya itu.

“Selama ini kami menemukan banyak orang belajar Al-Quran tetapi belum terarah, sehingga di TPA ini kami betul-betul mengarahkan para santri. Untuk mencapai target tersebut ada beberapa program akan dilakukan, diantaranya menghadirkan guru-guru yang memang pakar dalam Al-Quran dan Tajwid untuk membimbing para santri. Para guru itu selain berasal dari Indonesia, juga dari Timur Tengah,” jelas Syamsuddin, selaku Direktur TPA Darul Quran Darunaim, Rabu, 29 Januari 2020.

Syamsuddin mengatakan, ada banyak rangkaian kegiatan untuk mendukung program 1000 hafiz itu, salah satunya Daurah Tajwid, yang nantinya akan menghadirkan ulama asal Yaman untuk menjelaskan tentang tajwid, serta Daurah Tahfidz, mengkarantina para santri untuk menghafal 30 juz.

“Ke depannya, program ini akan berjalan terus hingga 40 hari hafal hingga 5 juz, kemudian dua bulan sampai 30 juz,” katanya.

Menurut Syamsuddin, saat ini pihaknya memiliki tiga tempat pendidikan Al-Quran, diantaranya Darunaim, Miftahuljannah,  dan Aljaziah (Rumah Tahfidz). Jumlah santri dari tiga tempat tersebut sekitar 130 orang yang dibina langsung.

“Namun yang mengikuti kegiatan di TPA hampir 200-san. Kami menerima santri mulai dari usia Paud sampai 25 tahun atau telah memasuki masa dewasa, dan kami targetkan bisa mencapai 1.000 santri belajar di TPA,” katanya.

Kata dia, TPA yang dipimpinnya memiliki beberapa kategori kelas.

“Mulai dari tingkat tilawatil 1,2,3,4,5 dan 6, kemudian masuk kelas Al-Quran, kelas tahsin, kemudian masuk kelas hafalan, para santri akan mengikuti proses belajar secara berjenjang dan akan lahirlah seorang penghafal Quran,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas