Home Palu

Prof Zainal: Islamic Center Milik Semua Umat Beragama

194
Wali Kota Palu, Hidayat bersama Ketua Guru Besar ITB Rochmin Dahuri dalam peletakan batu pertama pembangunan islamic center di Jalan wisata gong perdamaian Kelurahan Tondo, Senin 27 Januari 2020. (Foto: Hamdi Anwar/ PE)

Palu, Metrosulawesi.id – Islamic Center akan segera dibangun di Kota Palu. Tepatnya di Jalan Wisata Gong Perdamaian, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore. Pembangunannya ditandai ground breaking atau peletakan batu pertama, Senin, 27 Januari 2020.

Di atas lahan seluas kurang lebih 6,5hektar, nantinya akan dibangun sebuah masjid. Serta beberapa ruang belajar untuk kepentingan pertemuan-pertemuan dalam rangka pengkajian tentang dan kebudayaan Islam.

Ketua Panitia Pembangunan Islamic Center, sekaligus Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palu, Awaludin mengatakan, Islamic Center nantinya akan menjadi ikon dan pusat peradaban pengembangan Islam.  Pengembangan aqidah, muamalah, maupun terkait peningkatan mental beragama.

Menurut Awaludin, ini menjadi Islamic Center yang pertama dicanangkan Pemkot Palu. Dan kebetulan Hidayat adalah Wali Kota Palu yang pertama melakukannya.

“Ini sebuah kebanggaan, karena Pak Hidayat adalah Wali Kota Palu pertama yang mencanangkan Islamic Center di Palu,”kata Awaludin dalam sambutannya.

Awaludin berharap pembangunan Islamic Center mendapat dukungan dari semua pihak. Utamanya Pemkot Palu. Sejauh ini, kata dia, Pemkot belum mengalokasikan pembangunan Islamic Center dalam APBD.

“Kita berharap dukungan anggaran paling tidak dalam APBD 2021,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Zainal Abidin dalam sambutannya mengatakan, peletakan batu pertama Islamic Center merupakan momentun luar biasa yang akan dicatat sebagai sejarah. Acara peletakan batu pertama itu sebagai momentum kebangkitan pusat peradaban Islam.

“Ini akan menjadi warisan generasi akan datang. Karena di Sulteng belum ada Islamic Center, maka hari ini, hal itu dimulai,” kata Zainal.

Dia menjelaskan, Hidayat dalam bahasa agama artinya petunjuk. Namun tidak dimaknai sekedar penjelasan yang memberi gambaran lengkap tentang sebuah tujuan. Akan tetapi bermakna mengantar seseorang sampai ke tempat tujuan.

Contohnya, kata dia, ada orang yang mencari alamat. “Tentu saya akan katakan alamat jelasnya. Itu artinya saya sudah beri petunjuk. Tetapi petunjuk yang sebenarnya ketika saya mengantarnya sampai ke tujuan. Mudah mudahan pencanangan Islamic Center ini menjadi hidayah untuk kita mencapai tujuan akhir bersama,”jelas Zainal.

Dia menegaskan, Islamic Center nantinya adalah milik semua umat beragama. Bukan hanya milik umat Islam. Karena kegiatan- kegiatan dalam Islami Center tidak sebatas pendidikan Islam dan kegiatan salat di Masjid, tetapi ada kegiatan lain yang boleh dilakukan umat agama lain.

“Kami apresiasi wali kota dan wakil walikota karena ini tdak sekedar masjid dan pusat pendidikan, tetapi ada pelaku ekonomi. Bukan hanya milik dan digunakan umat Islam. Bahkan kalau perlu, umat agama lain bisa membantu pembangunan,” ujarnya.

Zainal berpendapat, ukhuwah Islamiyyah bukan sekedar persaudaraan sesama umat Islam, tetapi lebih bermakna persaudaraan yang didasarkan pada ajaran Islam.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hidayat mengatakan pembangunam Islamic  Center menjadi bukti terciptanya kerukunan umat beragama di Palu. Kelak kata Hidayat, Islamic Center ini juga menjadi simbol keberagaman.

Pembangunan Islamic center, kata Hidayat, terwujud karena sinergitas ulama dan umarah.

Bukan hal yang tiba-tiba dilakukan. Pihaknya menampung banyak masukan tokoh agama. Yang pada intinya menginginkan perlu adanya sebuah simbol umat beragama.

“Jadi kegiatan dalam Islamic Center ini bukan hanya kegiatan ritual agama semata, namun ada aktivitas ekonomi keumataan lainnya di dalam,” kata Hidayat.

Selain itu Isalmic Center menurutnya akan menjadi sarana pengkajian Al- quran, praktek manasik haji. Tujuannya yang terpenting untuk umat Islam adalah mewujudkan sumber daya manusia berahlaqul karimah.

“Semoga ini dapat menjadi simbol kedamaian dan kebahagiaan, sehingga menjadi perekat keberagaman dan kebangsaan,” harapnya.

Pembangunannya islamic center tambahnya bukanlah pekerjaan mudah tanpa tantangan. Islamic Center dapat terwujud dengan niat ikhlas, tekad bulat, dan upaya tanpa pamrih. Karenanya Dia berharap, sumbangsih moril dan materil dari semua pihak. Untuk itu, Hidayat mengimbau panitia bekerja keras.

“Yakinlah apa yang kita lakukan ini akan dapat ganjaran dan nilai tambah dari Allah SWT,” tandas Hidayat.  (*)

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas