BERMALAM DI RUTAN - Terdakwa perkara korupsi Gapoktan Lombonga, Donggala, Welly Subaera, resmi ditahan Pengadilan Tipikor Palu dan dititipkan ke Rutan Donggala di Palu, Senin, 27 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Firmansyah Badjoki)

Palu, Metrosulawesi.id – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palu mengeluarkan penetapan penahanan terdakwa Welly Subaera SP, Senin, 27 Januari 2020.

Terdakwa Welly Subaera SP, terseret perkara korupsi dana PUAP (Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, dengan kerugian negara sebesar Rp 100 juta.

Hakim Ketua, I Made Sukanada SH MH, didampingi hakim anggota  Darmansyah SH MH dan Margono SH MH, telah menandatangani berita acara penahanan tersebut.

Hakim Ketua mengatakan, menimbang bahwa untuk kepentingan pemeriksaan, dan penegakan hukum perlu mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap terdakwa Welly Subaera SP.

Kata dia, memerintahkan untuk melakukan penahanan  atas terdakwa Welly Subaera SP dalam tahanan Rutan Donggala di Palu paling lama 30 hari, dihitung sejak Senin, 27 Januari sampai dengan 25 Februari 2020.

“Salinan penetapan penahanan ini segera disampaikan kepada terdakwa dan keluarganya,” ungkapnya.

Sementara itu, JPU Kejari Donggala, Erfandy Rusdy Quiliem SH MH, dalam tuntutannya, menuntut terdakwa Welly Subaera SP 1,6 tahun kurungan penjara, dan denda Rp 50 Juta subsider 2 bulan.

“Kalau keterlibatan Pak Welly sebagai Sekretaris Tim Teknis itu mengendalikan Program BLM-PUAP di Kabupaten Donggala Tahun 2012,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas