dr Nirwansyah Parampasi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur RSUD Madani Sulteng, dr Nirwansyah Parampasi, mengaku kagum rumah sakit yang dipimpinnya menjadi percontohan pelayanan BPJS (JKN-KIS) dengan sistem antrean online berbasis website.

“Jujur saya tidak menyangka RSUD Madani menjadi percontohan pelayanan BPJS,” ungkap Nirwansyah di Palu, Kamis, 23 Januari 2020.

Dia mengatakan kepercayaan tersebut berkat kerja keras semua jajarannya di RSUD Madani. Itu karena layanan antrean online melalui sms dan berbasis website sudah ada sejak 2018 lalu.

“Sejak dilaunching bapak gubernur pada 2018 lalu, layanan antrean online ini cukup membantu pasien karena tidak harus mengantre lagi,” ucap Nirwansyah.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan antrean online bisa diakses melalui website rsmadani.sultengprov.go.id. Pada tampilan halaman awal akan ditemukan ikon pendaftaran online. Ikon tersebut diklik dan selanjutnya mengisi halaman yang diminta seperti nama dan nomor handphone.

Seperti diketahui, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palu, Hartati Rachim, mengharapkan dari 24 fasilitas kesehatan yang bekerjasama tersebut diharapkan RSUD Madani menjadi percontohan pelayanan BPJS (JKN-KIS) dengan sistem antrean online berbasis website.

“Dari 24 fasilitas kesehatan itu, sembilan RS telah memiliki sistem antrean online, tapi sebagian besar menggunakan media SMS, WhatsApp atau Telegram untuk menerima pendaftaran peserta JKN-KIS, kecuali RSUD Madani. RSUD Madani selain via SMS juga telah memiliki sistem antrean online melalui website,” ungkap Hartati di Palu, Rabu, 22 Januari 2020.

Dia menjelaskan keunggulan layanan antrean online RSUD Madani yaitu telah terkoneksi dengan aplikasi Mobile JKN-KIS BPJS Kesehatan. Olehnya BPJS Kesehatan Cabang Palu bersama dengan RSUD Madani akan melakukan bridging system aplikasi antrean online dengan Mobile JKN agar lebih mudah diakses oleh peserta JKN-KIS.

Hartati mengatakan kemudahan yang akan dirasakan peserta JKN-KIS saat berobat ke RSUD Madani bisa mengambil antrean secara online via aplikasi Mobile JKN. Selain itu, manfaat lain yang nantinya peserta bisa dapatkan peserta lebih mudah untuk melakukan pengecekan sendiri akan ketersediaan tempat tidur di semua RS kerjasama dengan BPJS Kesehatan ketika akan dirawat inap.

“Peserta juga akan tahu ketersedian tempat tidur rawat inap karena dengan aplikasi ini informasi bersifat transparan dan terbuka,” ucap Hartati.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas