Home Sulteng

2021, OPD Dilarang Melakukan Pengadaan Bandwidth

258
BAHAS BANDWIDTH - Diskominfo Sulteng melaksanakan kegiatan desk distribusi dan penggunaan bandwidth internet selama dua hari mulai Rabu sampai dengan Kamis, 22 - 23 Januari 2020. (Foto: Dok Diskominfo)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Sulteng melalui Bidang Penyelenggaraan e- Government melaksanakan kegiatan desk distribusi dan penggunaan bandwidth internet di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sulteng. Kegiatan berlangsung selama dua hari mulai Rabu sampai dengan Kamis, 22 – 23 Januari 2020.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Penyelenggaraan e-Goverment Diskominfo Sulteng, Ahfan Halim, SE., M.Si, mengungkapkan mulai tahun 2021 mendatang OPD lingkup Pemprov tidak diperkenankan lagi untuk mengadakan kebutuhan bandwith sendiri-sendiri dan pembangunan/pengembangan aplikasi tanpa berkoordinasi dengan Diskominfo Provinsi Sulteng.

“Jika ada OPD tetap melakukan maka akan menjadi temuan dari Inspektorat Provinsi Sulteng,” ungkapnya.

Ahfan mengatakan untuk tahun ini OPD masih diperkenankan menganggarkan bandwith secara terbatas dengan pertimbangan bahwa saat ini Diskominfo sementara dalam penyelesaian pembangunan jaringan Fiber Optik (FO).

Dia menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan desk distribusi untuk menginventarisir kebutuhan bandwidth masing-masing OPD. Selain itu agar adanya kesepahaman tentang Pergub 34 Tahun 2019 yang mengatur pelaksanaan e-Government dengan menitikberatkan pada ketentuan pembuatan aplikasi pemerintahan dan penyediaan bandwidth yang sudah terpusat di Diskominfo Provinsi Sulteng.

“Pada kegiatan tersebut seluruh pejabat pengelolan data dan aplikasi di masing-masing OPD diundang untuk diberikan pemahaman tentang kewenangan Diskominfo dalam mengatur distribusi bandwith, pembangunan dan pengembangan aplikasi yang menggunakan anggaran Pemda,” pungkas Ahfan.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Sulteng, Hj. Farida Lamarauna, menarget tahun ini semua OPD lingkup Pemprov Sulteng terkoneksi jaringan internet FO.  Hal ini bertujuan agar integrasi dan konektivitas antar semua OPD bisa terwujud.

“Insya Allah pembangunan jaringan FO terakhir tahun ini. Tujuannya untuk menyukseskan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Farida di ruangannya, Selasa, 7 Januari 2020.

Dia menerangkan salah satu keunggulan koneksi jaringan FO yakni tidak akan ada lagi istilah lalod (lambat loading) atau ganguan jaringan. Saat ini sudah ada sekitar 34 OPD lingkup Pemprov Sulteng terkoneksi FO, sisanya hanya tinggal 14 OPD. Pembangunan FO menggunakan APBD dengan dukungan Gubernur Sulteng dan Sekretaris Daerah.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan penuh dari bapak gubernur dan pak Sekda,” ucap Farida.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas