Salah satu toko di Jalan Gajah Mada Kota Palu yang menjual parsel menjelang tahun baru Imlek tampak sepi pembeli. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571 yang akan dilaksanakan, Sabtu 25 Januari 2020 mendatang, beberapa toko penjual aneka parsel di Kota Palu masih terlihat sepi pembeli.

Seperti yang diungkapkan Pemilik Toko UD Asia Jaya, Ricky. Ia mengatakan omset tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengatakan, dekatnya waktu antara Natal dan Tahun Baru dengan Tahun Baru Imlek, menjadi salah satu faktor menurunnya pembelian parsel.

“Banyak masyarakat yang sudah memberikan parsel tepat perayaan tahun baru kemarin. Makanya, pendapatan sedikit mengalami penurunan,” ungkapnya, Selasa (21/1/2020).

Terlihat tak banyak dijual tumpukan kue keranjang. Hanya beberapa puluh saja yang disusunnya bertingkat. Ia mengatakan memasuki awal tahun ini kondisi ekonomi dirasakan oleh masyarakat sangat begitu sulit.

“Tahun lalu banyak yang minat kue, permen, dan manisan. Tapi, tahun ini sepi sekali yang beli. Makanya sampai hari ini saya juga tidak berani stok barang,” ujarnya.

Sementara itu, harga parsel yang dijualnya bervariatif mulai Rp250 ribu sampai dengan Rp1,5 juta. Menurutnya, penjualan parsel di Kota Palu tidak seperti yang ada di kota besar lain di Indonesia.

“Biasanya, dua minggu menjelang imlek sudah banyak warga yang membeli parsel, namun tahun ini cukup dihitung dengan jari saja orang yang beli,” ujarnya menambahkan.

Selain mencari parsel, di Kota Palu sebagian besar warga keturunan Tionghoa juga mulai sibuk menghias rumahnya dengan pernak-pernik khas Imlek. Sejumlah pusat perbelanjaan pun mulai marak menjajakan bermacam pernak-pernik tersebut.

Semua pernak-pernik didominasi warna merah atau emas dan lambang-lambang naga dan tulisan China. Mulai dari gantungan kecil, lampion, boneka naga, hiasan gantung, pajangan pintu, patung-patung, dan yang tak boleh ketinggalan adalah amplop untuk angpao.

Bermacam hiasan dijual dengan harga bervariasi mulai dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Untuk angpao dijual mulai dari Rp 8.000 sampai Rp10 ribu per boks. Lampion berukuran kecil dibanderol seharga Rp45 ribu, sedangkan yang besar mencapai Rp100 ribu.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas