Komisi IV DPRD Sulteng meninjau pekerjeaan proyek pembangunan kolam renang dilokasi STQ Kota Palu yang dianggarkan sebesar Rp19,3 miliar, Senin 20 Januari 2020. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pekerjaan pembangunan kolam renang di kompleks STQ Kota Palu, Senin 20 Januari 2020. Proyek yang dianggarkan Rp19,3 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Utama (kontraktor pelaksana) itu, borpetensi tidak selesai hingga batas akhir yang diberikan pemerintah.

Berdasarkan pengakuan manejer proyek kolam renang, Rahman saat dikonfirmasi anggota dewan, saat ini mereka sementara mengerjakan pekerjaan denda atas keterlambatan pekerjaan. Berdasarkan kontrak kerja, pekerjaan dimulai pada 11 Juli 2019 hingga 15 Desember 2019, tetapi Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan waktu selama 30 hari untuk menuntaskan pekerjaan, karena diawal pekerjaan ada perubahan desain yang menyebabkan terganggunya seluruh pekerjaan. Atas perubahan desain itu, maka kontraktor diberikan kesempatan 30 hari hingga 15 Januari 2020.

“30 hari itu sudah selesai. Sekarang kami mengerjakan pekerjaan denda yang diberikan waktu 52 hari terhitung sejak 16 Januari 2020,” tutur Rahman.

Dihadapan anggota DPRD Sulteng, Rahman mengklaim realisasi pekerjaan mencapai 57 persen dan realisasi keuangan 43 persen. Mengacu sisa waktu 52 hari, Rahman optimis pekerjaan dapat diselesaikan. Selama sisa waktu pekerjaan, kontraktor menggunakan dana mandiri tanpa menggunakan APBD.

Mendengarkan penjelasan pihak kontraktor, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng, I Nyoman Selamat, belum mengambil keputusan terkait sikap komisi IV nantinya. Dia memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaannya hingga batas wakhir yang diberikan.

“Biarkan dulu kontraktor menuntaskan pekerjaannya, kita lihat progresnya. Tetapi jika melihat kondisi lapangan, saya pesimis pekerjaan dapat diselesaikan, kecuali kontraktor menggerakan seluruh sumber dayanya untuk menuntaskan pekerjaan,” tutur Nyoman Slamet.

Terkait penganggaran tahun 2020, Nyoman Slamet akan melihat lebih detil lagi RKA Dinas Pemuda Olahraga yang disampaikan ke Komisi IV.

“Soal anggaran kami akan lihat lagi RKA Dispora, apakah kolam renang masuk dalam anggaran tahun 2020,” tutur politisi PDIP itu

Hal senada diungkapkan anggota komisi IV, Hidayat Pakamundi. Progres pekerjaan 57 persen dengan sisa waktu yang ada terlihat cukup berat bagi kontraktor untuk menuntaskannya. Tetapi biarlah kontraktor menuntaskan hingga batas waktu yang diberikan. Hidayat menyayangkan bila nantinya pekerjaan tersebut tidak selesai, karena yang dirugikan adalah daerah.

Sementara itu, Ibrahim A Hafid menegaskan bakal memanggil Kadispora SUlteng untuk dimintai penjelesan terkait proyek kolam renang. Dirinya tidak ingin proyek kolam renang mengalami cerita yang sama dengan pekerjaan sebelumnya, yang harus berakhir ditangan penegak hukum.

“Usai meninjau pekerjaan ini, saya kira komisi IV perlu mendapat penjelasan dari Dispora terkaiat progres pekerjaan dan sumber anggarannya. Apalagi Dispora akan membayar menggunakan APBD perubahan tahun 2020. Pertemuan dengan Kadispora penting untuk memperjelas proyek kolam renang ini,” tegas ketua fraksi Nasdem DPRD Sulteng ini.

Selain tiga anggota dewan itu, turut serta dalam Sidak itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Rahmawati M Nur dan anggota komisi IV, Fairuz Husen Maskati.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas