PENANDATANGANAN - Penandatanganan perjanjian pengelolaan bantuan tersebut telah dilakukan oleh Kepala Perwakilan Laznas IZI Sulteng, Sabiin Syirajuddin Lanta, bersama Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Gatot Sulandoko, di Palu, Kamis, 16 Januari 2020. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Penyintas bencana di Palu, Sigi, dan Donggala akan mendapatkan bantuan hunian semi permanen. Bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipercayakan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sulteng.

Penandatanganan perjanjian pengelolaan bantuan tersebut telah dilakukan oleh Kepala Perwakilan Laznas IZI Sulteng, Sabiin Syirajuddin Lanta, bersama Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Gatot Sulandoko, di Palu, Kamis, 16 Januari 2020.

Sabiin mengungkapkan pihaknya telah mengumpulkan bantuan yang berasal dari donasi para pegawai DJP se-Indonesia sebanyak Rp1,643 miliar lebih. Donasi inilah yang dipercayakan kepada Laznas IZI Sulteng untuk bantuan hunian semi permanen bagi penyintas bencana Pasigala.

“Bantuan kami harapkan secara khusus untuk hunian semi permanen karena sampai saat ini masih ada penyintas yang belum mendapat tempat yang layak,” ujar Sabiin.

Dia juga mengharapkan pengelolaan dana tersebut akan diperuntukkan bagi para penyintas yang masih sangat membutuhkan. Sementara itu, Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat Laznas IZI, Dedi Felanosa, menerangkan selain program hunian semi permanen, dana tersebut juga akan disalurkan pada program rumah produksi dan program lapak berkah dalam bentuk modal usaha.

“Kita berharap semua bisa dijalankan dengan baik. Kami di Laznas IZI memiliki pedoman-pedoman yang terkait menjalankan program, serta ada pengawasan secara syariah,” jelasnya.

Dedi mengutarakan salah satu program bantuan Rumah Produksi adalah pengolaan tepung kelor. IZI perwakilan Sulteng melakukan intervensi kepada mereka dengan menyediakan alat produksi pengolahan daun kelor hingga menjadi tepung khusus yang dapat dijual di pasaran.

Sedangkan Program Lapak Berkah diberikan dalam bentuk bantuan modal usaha. Hal senada disampaikan Kepala Kanwil DJP Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Tri Bowo, yang berharap dengan adanya perjanjian kerja sama tersebut, dana yang terkumpul dari para pegawai DJP se-Indonesia itu dapat disalurkan dengan sebaik-baiknya.

“Semoga bisa menjadi ladang pahala bagi para pegawai DJP karena ini adalah amanah banyak orang. Kami berharap dana tersebut digunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan apa yang telah ditandatangani bersama,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas