Home Pendidikan

Pemda Diharap Beri Intensif Guru Honorer

274
Syam Zaini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, mengatakan, PGRI pada umumnya tetap memperjuangkan hak-hak ataupun nasib guru honorer. Namun di sisi lain, masalah guru honorer ini juga terkait dengan aturan pengangkatan CPNS.

“Tenaga honorer saat ini dilematis, sebab peraturan-peraturan yang dibuat oleh DPR RI terkait pengangkatan CPNS begitu rumit. Tetapi PGRI, terus berupaya dan memberi dukungan kepada rekan-rekan honorer ini, sehingga secepatnya atau lebih maksimal lagi diangkat menjadi CPNS,” kata Syam Zaini, di Palu, belum lama ini.

Selain itu, Syam Zaini berharap, pemerintah daerah dapat melirik tenaga honorer di daerah-daerah, paling tidak memberikan intensif kepada para guru honorer ini.

“Ada yang melaporkan ke kami bahwa mereka memiliki tenaga honorer empat hingga lima orang di sekolah, ketika itu mereka ini lulus CPNS, maka tenaga honorer tadi itu hilang di sekolah. Sementara di Kota Palu, relatif mudah mendapatkan honorer baru, tetapi sekolah-sekolah yang jauh dari ibu kota itu relatif sulit mendapatkan tenaga honorer. Terkait penggajiannya, memang ada di dana BOS, tetapi dananya itu tidak seberapa,” jelas Syam Zaini.

Olehnya itu, kata Syam Zaini, bagaimana saat ini ada sinergi antara pemerintah daerah dalam memberikan tunjangan kepada honorer.

“Kecil atau besar tunjangan itu bukan persoalan, tetapi ada niat atau upaya baik yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, maupun kabupaten/kota sesuai kewenangannya, sehingga kita bisa ikut merasakan empati kepada para guru honorer ini, dan dapat memaksimalkan peran mereka,” ujarnya.

Menurut Syam Zaini, guru honorer sangat dibutuhkan di sekolah, jika tenaga honorer ini tidak ada lagi di sekolah, tentunya tidak dapat membantu kepala sekolah dalam melakukan pengelolaan manajemen sekolah.

“PGRI selalu mencarikan solusi, baik di pemerintahan pusat maupun daerah, agar segera dicarikan jalan keluar yang terbaik. Namun kita juga memahami tentang kondisi saat ini, karena pemerintah tidak bisa semerta-merta melakukan pengangkatan itu, karena ada aturan-aturan, dan jika dilanggar, tentunya menyalahi aturan itu sendiri,” katanya.

Olehnya itu, kata Syam Zaini, pemerintah pusat dan daerah harus mencari cara bagaimana lebih memperhatikan pada guru honorer ini, paling tidak memberikan intensif kepada tenaga honorer.

“Sedikit atau besar itu bukan persoalan, tetapi itulah kepedulian kepada tenaga honorer yang selama ini mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas