ILUSTRASI - Perkebunan jagung milik petani yang sudah siap untuk dipanen. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Pertanian RI minta Kabupaten Parigi Moutong Ekspor jagungnya sendiri.

“Idealnya Parigi Moutong mengekspor sendiri hasil pertanian jagungnya,” tandas Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan SP MSc melalui Diskominfo Parigi Moutong, Rislan.

Disebutkan, Parigi Moutong saat ini khusus tanaman jagung masih sekitar 13 ribu hektar per 2018, sehingga perlu didorong untuk lebih meningkatkan agar pada tahun 2020 minimal menjadi 25 ribu hektar.

Ia menilai, Parigi Moutong sebenarnya merupakan penghasil jagung terbesar, karena 23 Kecamatan rata rata petaninya menanam jagung yang kisaran luas ladangnya memenuhi standar pertanian, sehingga Parigi Moutong harus mengkspor jagung sendiri tanpa diberikan lagi kepada daerah tetangga seperti Provinsi Gorontalo.

“Selama ini jagung kebanyakan dikspor oleh provinsi tetangga yaitu Gorontalo, sebenarnya jagungnya Parimo juga itu sebagian. Ini tidak boleh lagi terjadi, Parimo harus mengekspor sendiri jagungnya,” pungkasnya.

Dikatakan, pada Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan di Kabupaten Parigi Moutong Oktober 2020, Kementan akan melakukan pelepasan perdana ekspor jagung milik Parigi Moutong.

“Nanti kita atur, Parimo tahun 2020 harus ekspor jagung 15 ribu, apapun jenisnya, tapi kalau bisa kami minta yang super,” jelasnya. (*)

Reporter: Masruhim Parukkai

Ayo tulis komentar cerdas