Operational Manager Bank BNI Syariah Cabang Palu, Sandy Sumantri. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – BNI Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menargetkan keseluruhan dari total sebanyak Rp50 miliar untuk sektor pembiayaan konsumer dan produktif.

Hal ini disampaikan langsung Operasional Manager Bank BNI Syariah Cabang Palu, Sandy Sumantri usai dikonfirmasi Metrosulawesi, Minggu (19/1/2020).

Ia mengungkapkan semua target tersebut bisa diproses dan mencakup seluruh wilayah di Sulawesi Tengah.

Ia menyebutkan aktifitas pembiayaan di tahun 2019 hanya di khususkan bagi nasabah konsumer. Sementara itu, dari sektor produktif tidak begitu banyak hanya disalurkan kepada pihak kontraktor yang membangun hunian para penyintas dan melakukan proyek perbaikan infrastruktur.

“Kami melakukan aktifitas pembiayaan hanya khusus nasabah konsumer, walaupun bencana gaji mereka tetap masih berjalan. Sedangkan, produktif terbilang usaha yang mau pulih kembali, namun ada beberapa yang diberikan pinjaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan di tahun 2019 kebanyakan nasabah juga melakukan penundaan pembayaran karena akibat bencana. Demikian pula dengan target pembiayaan yang tidak terlalu besar dari BNI Syariah hanya sekitar 10-15%.

“Karena dalam rangka recovery pemulihan ekonomi pascabencana, makanya tidak sebanyak sebelum bencana. Jumlah nasabah kita pada sektor pembiayaan kurang lebih sekitar 3.000-4.000 orang untuk saat ini di luar nasabah dana,” jelasnya.

BNI Syariah Cabang Palu sangat optimis akan mencapai sekitar Rp40 hingga Rp50 miliar untuk penghimpunan Dana pihak Ketiga (DPK). Sebab, menurutnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di tahun ini mulai menggeliat. Apalagi, kata dia, BNI Syariah mengalami pertumbuhan 10 sampai 12 persen atau Rp30 miliar di tahun lalu.

“Lagi pula kami salah satu yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan FLPP dan juga pembiayaan KUR sesuai dengan marjin 6%. Kami yakin pertumbuhan pembiayaan kita akan naik minimal 25%,”terangnya.

Ia berharap ke depan mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tengah dalam mengembangkan produk syariah. Sehingga, bisa membantu meningkatkan perekonomian di wilayah ini.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas