Kepala Kantor PT Asabri Cabang Palu Winart SE (tengah) saat mendampingi ahli waris penerima Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) yang diserahkan langsung oleh oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal. (Foto: Dokumentasi Asabri Cabang Palu)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam rangka menindaklanjuti peraturan perundang – undangan khususnya yang terkait dengan penyelenggaraan jaminan sosial. PT Asabri (Persero) Cabang Palu menyerahkan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) senilai Rp405 juta bagi anggota Polri yang gugur dalam bertugas.

Penyerahan tersebut dilaksanakan, Senin (20/1/2020) bertempat di halaman Mapolda Sulteng yang diserahkan langsung oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal kepada ahli waris istri dari Bharaka (Anumerta) Muhamad Saeful Muhdori.

Kepala Kantor PT Asabri Cabang Palu Winart SE menjelaskan sebesar apapun manfaat SRKK yang diberikan memang tidak dapat mengobati duka yang mendalam akibat kehilangan anggota keluarga, namun diharapkan manfaat SRKK selain kewajiban Asabri untuk memberikan hak kepada peserta juga dapat membantu meringankan beban hidup keluarga yang ditinggalkan.

“Anggota Brimob Polda Sulteng gugur dalam baku tembak dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sisa-sisa anggota kelompok Santoso yang terjadi 13 Desember 2019 lalu di Desa Saluabanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Bersama ke tiga rekan setelah melaksanakan salat Jumat,” jelasnya.

Lebih lanjut Winarti mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan dan semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan istri yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan. Apalagi, bantuan ini merupakan bentuk hasil penghargaan atas jasa-jasa aggota polisi yang bertugas di Operasi Tinombala.

“Atas nama Keluarga Besar PT ASABRI (Persero) mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan pemberian Santunan SRKK tersebut,” sebutnya.

Selain itu, sebelumnya PT Asabri Cabang Palu juga membayarkan hak anggota Polri lainnya Aiptu (Anumerta) Mustofa yang tewas karena bencana dengan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) sebanyak Rp333.264.200 yang diterima oleh ahli waris (anak) Riga Ari Gayu Putra Mustofa.

“Kami di awal tahun ini membayarkan bagi sepuluh orang pensiunan pertama senilai Rp395 juta. Masing – masing dibayarakan sesuai pangkat dan golongan pensiunan TNI,Polri, dan PNS dibawa naungan Kemenhan RI. Sedangkan, data tahun kemarin yang masuk hampir sekitar ratusan miliar yang tersalurkan,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas